Pengamat Sepakbola: Dominasi Spanyol Hasil Revolusi Regenerasi Tim Nasional
- 31 Jul 2026 16:58 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Keberhasilan Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026 merupakan buah proses pembinaan jangka panjang berkelanjutan.
- Kestabilan performa, pertahanan kokoh, serta perkembangan permainan menjadi fondasi utama keberhasilan La Furia Roja meraih prestasi tertinggi.
- Kemunculan pemain muda seperti Lamine Yamal, Pau Cubarsí, Dani Olmo, hingga Álex Baena memperlihatkan keberhasilan regenerasi berjalan efektif.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pengamat Sepakbola, Ophan Lamara, berpandangan keberhasilan Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026 merupakan buah proses pembinaan jangka panjang berkelanjutan. Menurutnya, kestabilan performa, pertahanan kokoh, serta perkembangan permainan menjadi fondasi utama keberhasilan La Furia Roja meraih prestasi tertinggi. “Saya melihat Spanyol sebagai tim dengan perkembangan paling stabil, grafik peningkatan paling jelas, serta pertahanan yang sangat solid,” jelas Ophan Lamara kepada PRO3 RRI.
Ophan Lamara meyakini perubahan besar yang dilakukan federasi sepakbola Spanyol sejak 2022 menghasilkan fondasi kuat bagi kebangkitan tim nasional. Baginya, keberhasilan tersebut lahir melalui revolusi menyeluruh, pergantian pelatih, serta perpaduan pemain muda dan senior berkualitas secara konsisten.
“Hasil revolusi itu mulai terlihat sejak menjadi juara UEFA Nations League, kemudian berlanjut menjadi juara Eropa hingga Piala Dunia,” paparnya.
Selanjutnya, Ophan Lamara menilai filosofi permainan Spanyol tetap mempertahankan identitas penguasaan bola dengan pendekatan modern yang semakin efektif diterapkan. Ia memandang federasi sepakbola berperan penting membangun regenerasi sehingga kualitas tim terus terjaga dari generasi ke generasi.
“Kombinasi pemain muda dan senior menjadi fondasi kuat sehingga kualitas permainan Spanyol tetap terpelihara sampai sekarang,” ujarnya.
Ophan Lamara juga memaparkan kekuatan lini pertahanan Spanyol menjadi pembeda sepanjang turnamen berkat keseimbangan pengalaman dan talenta muda berbakat. Baginya, kemunculan pemain muda seperti Lamine Yamal, Pau Cubarsí, Dani Olmo, hingga Álex Baena memperlihatkan keberhasilan regenerasi berjalan efektif.
Pada penutup pembahasannya, Ophan Lamara menilai sepakbola modern tetap memerlukan keseimbangan antara nilai sportivitas, tradisi, dan unsur hiburan bagi publik. Ia berharap penyelenggaraan Piala Dunia berikutnya mampu mempertahankan budaya sepakbola sekaligus menghadirkan kompetisi berkualitas bagi seluruh pencinta olahraga.
Spanyol resmi kembali menjadi tim nasional terbaik dunia dalam pembaruan FIFA/Coca-Cola Men's World Ranking setelah menjuarai Piala Dunia 2026. La Roja naik satu peringkat menggusur Argentina yang sebelumnya berada di posisi teratas usai menang 1-0 melalui babak perpanjangan waktu pada final di New York New Jersey Stadium.
Perubahan peringkat kali ini dipengaruhi hasil 105 pertandingan pada periode pemeringkatan terbaru, dengan 104 di antaranya berasal dari ajang Piala Dunia 2026. Brasil naik ke posisi kelima dan Maroko ke peringkat keenam, sementara Portugal turun ke posisi ketujuh setelah tersingkir di babak 16 besar.
Belgia kini berada di posisi kedelapan, Belanda turun ke peringkat kesembilan, sedangkan tuan rumah Meksiko melonjak empat peringkat ke posisi ke-10 dan kembali masuk 10 besar dunia untuk pertama kalinya sejak Maret 2022. Sejumlah tim juga mencatat lonjakan signifikan berkat penampilan impresif di Piala Dunia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....