Mengapa Pemain Sepakbola Gandeng Anak-anak saat Masuk Lapangan?

  • 23 Jun 2026 05:09 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Maskot anak atau player escort menjadi bagian khas pertandingan sepak bola modern dan selalu mendampingi pemain saat memasuki lapangan.
  • Tradisi tersebut mulai berkembang pada pertengahan 1990-an dan semakin mendunia setelah kampanye FIFA-UNICEF "Say Yes For Children" di Piala Dunia 2002.
  • Kehadiran maskot anak melambangkan sportivitas, lingkungan sepak bola yang aman, serta dukungan terhadap perlindungan dan hak-hak anak.

RRI.CO.ID, Jakarta - Piala Dunia 2026 telah bergulir di Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat sejak Jumat, 12 Juni 2026. Turnamen sepak bola antarnegara paling bergengsi tersebut kembali menyita perhatian publik dari berbagai penjuru dunia.

Kamera pertandingan tidak hanya menyorot jalannya laga, tetapi juga berbagai momen sebelum pertandingan dimulai. Salah satunya ketika para pemain memasuki lapangan sambil menggandeng anak-anak yang mendampingi mereka.

Para peain sepakbola yang akan bertanding menggandeng anak-anak bukan hanya di Piala Dunia saja. Gandengan tangan antara pemain sepak bola dengan anak juga terjadi di hampir setiap pertandingan resmi.

Untuk apa dan mengapa pemaian harus menggandeng anak-anak?

Sejarah Maskot Anak

Anak-anak yang mendampingi pemain saat memasuki lapangan dikenal dengan istilah "player escort" (pengawal pemaian). Ada pula yang menyebut sebagai "maskot anak", mereka sebagai pendamping pemain sepakbola.

Sebelum dekade 1990, para pemain sepak bola memasuki lapangan pertandingan tanpa didampingi anak-anak seperti sekarang. Tradisi maskot anak mulai muncul pada pertengahan 1990-an dalam sejumlah pertandingan sepak bola profesional dunia.

Salah satu contoh terjadi saat pertandingan Liverpool melawan Everton di Liga Inggris. Pada pertandingan itu kedua tim memasuki lapangan bersama anak-anak sebagai pendamping pemain.

Mereka kemudian berdiri di dekat wasit dan kapten tim ketika sesi foto berlangsung. Salah satu maskot anak Everton pada masa tersebut adalah seorang anak bernama Wayne Rooney.

Bocah Wayne Rooney itu kelak kemudian menjadi legenda Everton, Manchester United dan Tim Nasional Inggris. Apakah kasus bocah Wayne Rooney itu kemudian menjadi tradisi yang dilakukan sampai sekarang?

Secara persis mungkin tidak. Namun, peristiwa masuknya anak-anak di lapangan sebelum laga itulah yang dijadikan model.

Suatu ketika Federasi Sepakbola Dunia (FIFA) dan Dana PBB untuk Anak (UNICEF) melakukan kerjasama. Sebagai simbol kerjasama itu kemudian mereka meniru apa yang dilakukan oleh Everton dan Liverpool.

FIFA dan UNICEF berkolaborasi waktu itu untuk kampanye "Say Yes For Children". Kampanye itu diperkenalkan pada Piala Dunia 2002 untuk mendukung perlindungan serta pemenuhan hak-hak anak.

Program tersebut bertujuan mempromosikan hak anak atas rekreasi yang sehat dan pendidikan dasar berkualitas. Selain itu, kampanye tersebut mengajak masyarakat untuk memberikan perhatian lebih terhadap kesejahteraan anak.

Kehadiran maskot anak memiliki makna simbolis yang kuat dalam dunia sepak bola modern saat ini. Mereka menjadi simbol lingkungan olahraga yang aman sekaligus pengingat pentingnya menjunjung tinggi sportivitas pertandingan.

Seiring perkembangan waktu, sistem pemilihan player escort dilakukan melalui berbagai mekanisme yang telah ditetapkan. Beberapa klub bekerja sama dengan sekolah lokal atau tim junior untuk menyeleksi calon pendamping pemain.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....