Infantino Balas Kritik terhadap FIFA dan Piala Dunia 2026

  • 27 Jul 2026 20:39 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden FIFA, Gianni Infantino, merespons kritik terhadap kepemimpinannya dan penyelenggaraan Piala Dunia 2026 melalui unggahan Instagram pribadinya.
  • Infantino meminta para pengkritik untuk merenungkan diri, berdoa, atau menyaksikan sepak bola daripada menyebarkan kebencian.
  • Infantino menilai FIFA telah menghadirkan ajang olahraga terbesar di dunia sementara sebagian pihak terus melontarkan kritik.

RRI.CO.ID, Jakarta – Presiden FIFA, Gianni Infantino, membalas kritik terhadap kepemimpinannya dan penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Ia meminta para pengkritik merenung, berdoa, atau menyaksikan sepak bola daripada menyebarkan kebencian.

Infantino menyampaikan pesan itu melalui unggahan 15 slide di akun Instagram pribadinya pada Senin, 27 Juli 2026. Unggahan tersebut juga dibagikan kembali kepada jutaan pengikut akun resmi FIFA.

Dilansir dari BBC, Infantino menilai sebagian pihak terus melontarkan kritik ketika FIFA berhasil menghadirkan ajang olahraga terbesar di dunia. Menurutnya, Piala Dunia 2026 memperlihatkan sisi terbaik kemanusiaan dengan suasana penuh kebahagiaan.

“Saya ingin mengatakan, sementara Anda duduk mengkritik, FIFA telah mengorganisasi, bekerja keras, dan menghadirkan pertunjukan terbaik di dunia. Ketika Anda memecah belah, kami menyatukan dunia,” kata Infantino di akun Instagram @gianni_infantino, Senin, 27 Juli 2026.

Infantino juga menyebut turnamen berlangsung dengan keamanan penuh tanpa insiden berarti. Ia menilai kehadiran Iran menjadi bukti sepak bola mampu mempertemukan negara di tengah konflik.

Menurut Infantino, FIFA bekerja tanpa henti agar Iran dapat mengikuti turnamen tanpa hambatan konflik. Namun, pernyataan itu berbeda dengan keluhan pelatih Iran, Amir Ghalenoei, selama kompetisi berlangsung.

Ghalenoei menyebut timnya menjadi peserta yang paling dirugikan sepanjang turnamen. Iran menghadapi keterlambatan visa, kendala staf, hingga perpindahan lokasi pemusatan latihan karena masalah logistik.

Pembatasan perjalanan juga dialami Iran saat menuju pertandingan fase grup. Tidak hanya Iran, sejumlah suporter Haiti, Senegal, dan Pantai Gading turut terdampak kebijakan larangan perjalanan Amerika Serikat.

Wasit Somalia, Omar Artan, juga ditolak memasuki Amerika Serikat meski memiliki paspor diplomatik. Penolakan terjadi karena dugaan keterkaitan dengan anggota organisasi teroris.

Menanggapi kritik tersebut, Infantino menegaskan jutaan orang tetap memperoleh visa menuju Piala Dunia. “Anda hanya menyoroti sedikit orang yang ditolak visanya dan mengabaikan jutaan yang disetujui dari seluruh dunia,” kata Infantino.

Pria kelahiran Swiss itu juga mengeklaim turnamen berlangsung tanpa kekerasan dan hanya menghadirkan kebahagiaan serta persatuan. Namun, ia menegaskan FIFA masih menyelidiki sejumlah insiden, termasuk keributan usai final dan dugaan pelecehan rasial terhadap IShowSpeed.

Sorotan lain muncul terkait kualitas kepemimpinan wasit serta dugaan campur tangan politik dalam keputusan disiplin pemain. Hal ini mengacu pada permintaan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang meminta penangguhan kartu merah Folarin Balogun.

Induk organisasi pengatur sepak bola Eropa, UEFA, menyebut keputusan tersebut melanggar aturan. Meski demikian, Komite Olimpiade Internasional menyatakan tidak akan menyelidiki dugaan pelanggaran netralitas politik oleh Infantino.

Menutup pernyataannya, Infantino mengajak para pengkritik untuk menunjukkan rasa hormat dan cinta terhadap sepak bola. “Kepada mereka yang menghabiskan waktu membenci kami, luangkanlah waktu untuk merenung, bermeditasi, berdoa, atau menonton pertandingan sepak bola,” ujar Infantino.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....