Partai Demokrat Liberal Inggris Serukan UEFA Tinggalkan FIFA, Ini Kritik Tajamnya
- 23 Jul 2026 09:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Partai Demokrat Liberal Inggris melontarkan, kritik keras terhadap FIFA dengan menyerukan pembentukan badan pengatur baru yang lebih transparan. Bahkan, Partai Demokrat Liberal tersebut meminta, Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) dan UEFA
- Melansir BBC, Ketua Partai Demokrat Liberal, Sir Ed Davey menilai, FIFA sudah tidak lagi menjalankan perannya untuk kepentingan sepak bola dunia. Ed Davey mengatakan, organisasi FIFA tersebut perlu dibubarkan dan dibangun kembali dari nol.
- Satu-satunya jalan ke depan adalah Asosiasi Sepak Bola Inggris memimpin, berdampingan dengan badan-badan Eropa lainnya, sebuah penarikan diri terkoordinasi dari FIFA
RRI.CO.ID, Jakarta - Partai Demokrat Liberal Inggris melontarkan, kritik keras terhadap FIFA dengan menyerukan pembentukan badan pengatur baru yang lebih transparan. Bahkan, Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) dan UEFA diminta menarik diri dari keanggotaan FIFA.
Melansir BBC, Ketua Partai Demokrat Liberal, Sir Ed Davey menilai, FIFA sudah tidak lagi menjalankan perannya untuk kepentingan sepak bola dunia. Ed Davey mengatakan, organisasi FIFA tersebut perlu dibubarkan dan dibangun kembali dari nol.
Desakan itu muncul, tepatnya setelah FIFA mengeluarkan keputusan kontroversial sepanjang penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Salah satu yang paling disorot adalah keputusan membatalkan larangan bermain terhadap penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun.
| Baca juga: Gavi Minta FIFA Tidak Hukum Pemain Argentina |
Dapat bermainnya Balogun dari sanksi bermain itu, dikabarkan karena adanya intervensi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump terhadap FIFA. Keputusan tersebut, memicu reaksi keras dari UEFA yang menyebut tindakan FIFA telah melewati batas.
Menurut UEFA, keputusan itu merupakan langka yang pernah dikeluarkan FIFA. "belum pernah terjadi sebelumnya, tidak dapat dipahami, dan tidak dapat dibenarkan," kata UEFA.
Selain polemik Balogun, FIFA juga mendapat sorotan, terkait penerapan sistem harga tiket dinamis selama Piala Dunia. Kebijakan tersebut dinilai menyebabkan harga tiket melonjak dan membebani para suporter.
Kontroversi lainnya muncul, dari kebijakan jeda minum dalam pertandingan yang disebut-sebut membuka peluang tambahan pendapatan iklan hingga 250 juta dolar AS. Atau, sekitar 189 juta pound sterling.
Kebijakan tersebut, memicu tudingan bahwa kepentingan komersial lebih diutamakan dibanding jalannya pertandingan. FIFA juga menuai kritik, terkait penanganan kasus wasit asal Somalia, Omar Artan yang gagal memasuki Amerika Serikat.
Kasus itu, dinilai semakin memperkuat anggapan bahwa tata kelola FIFA sedang menghadapi krisis kepercayaan. Menanggapi berbagai polemik tersebut, BBC melaporkan telah meminta tanggapan kepada FIFA, UEFA, dan Asosiasi Sepak Bola Inggris.
Hingga laporan itu dipublikasikan, masing-masing pihak belum memberikan penjelasan bersama terkait tuntutan tersebut. Di sisi lain, Presiden FIFA Gianni Infantino membela kebijakan harga tiket yang diterapkan organisasinya.
Ia menegaskan, harga tersebut masih sejalan dengan standar penyelenggaraan ajang olahraga besar lainnya di Amerika Serikat. Saat ini, FIFA beranggotakan 211 asosiasi sepak bola nasional, termasuk Asosiasi Sepak Bola Inggris.
Apabila FA benar-benar keluar, maka Inggris otomatis tidak dapat mengikuti seluruh kompetisi resmi yang berada di bawah naungan FIFA. Terutama, dalam mengikuti ajang Piala Dunia.
Ed Davey menegaskan, asosiasi sepak bola di berbagai negara harus bersatu membangun lembaga baru yang mengutamakan transparansi dan kepentingan suporter. "Satu-satunya jalan ke depan adalah Asosiasi Sepak Bola Inggris memimpin, berdampingan dengan badan-badan Eropa lainnya, sebuah penarikan diri terkoordinasi dari FIFA," ucap Ed Davey.
Ed Davey juga melontarkan kritik langsung kepada Presiden FIFA, Gianni Infantino. "Infantino telah melanggar garis merah berulang kali dan membiarkan keserakahan korporasi mengeksploitasi para penggemar, sehingga menghancurkan integritas sepak bola," ujar Ed Davey.
Sebagai penutup, Ed Davey kembali mendesak UEFA mengambil langkah tegas terhadap FIFA. Ia menyatakan, "Sudah saatnya UEFA melangkah maju dan menarik diri dari FIFA," kata Ed Davey.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....