Kebun Sawit di IKN akan Diubah dari Monokultur ke Agroforestri demi Kota Hutan

  • 29 Agt 2026 07:44 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Nusantara – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mendorong transformasi perkebunan sawit monokultur menuju lanskap agroforestri untuk mendukung konsep IKN sebagai kota hutan yang produktif dan berkelanjutan.

Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam OIKN, Myrna Asnawati Safitri, mengatakan pendekatan tersebut penting untuk menjaga keseimbangan antara aktivitas perkebunan, produktivitas lahan, dan fungsi ekologis kawasan IKN.

Menurut Myrna, lebih dari 75 persen wilayah IKN diarahkan menjadi ruang hijau. Sekitar 65 persen wilayah ditetapkan sebagai kawasan yang dilindungi, sementara 10 persen lainnya diarahkan untuk kawasan produksi pangan.

OIKN juga menargetkan IKN menjadi kota netral karbon pada 2045. Karena itu, pemerintah mengembangkan pendekatan jangka menengah untuk mengubah secara bertahap sistem perkebunan sawit monokultur menuju agroforestri.

“Kami sedang mengembangkan pendekatan jangka menengah dari sawit menuju agroforestri. Kami berkepentingan mempelajari praktik terbaik dari berbagai negara untuk menjaga keseimbangan ekologis dan meningkatkan produktivitas tanah melalui pertanian regeneratif,” ujar Myrna dalam acara International Oil Palm Smallholders Forum 2026 di IKN, Jumat 28 Agustus 2026.

Myrna menjelaskan, pendekatan jangka menengah diperlukan karena masih terdapat perkebunan sawit rakyat di kawasan yang diarahkan sebagai kawasan lindung. OIKN berupaya menata keberadaan kebun tersebut tanpa mengabaikan mata pencaharian masyarakat.

OIKN mencatat sekitar 26.000 hektare perkebunan sawit berada di wilayah IKN. Dari jumlah tersebut, sekitar 13.000 hektare atau separuhnya merupakan perkebunan sawit rakyat.

Sebagai langkah awal, OIKN telah menjalankan proyek percontohan di Kampung Wonosari Kecamatan Sepaku untuk mendorong pekebun menerapkan praktik agroforestri. OIKN juga melakukan uji coba lanskap agroforestri pada areal sawit bersama universitas pendamping.

Selain menjaga lingkungan, OIKN tetap mendorong peningkatan produktivitas perkebunan melalui penelitian dan pengembangan, pertanian organik, pertanian presisi, penyediaan sistem air, percepatan peremajaan, serta peningkatan efisiensi pabrik.

OIKN juga membuka peluang kolaborasi dengan APKASINDO dalam memperkuat kapasitas petani, legalisasi lahan, kelembagaan, bantuan teknis, serta restorasi ekologi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....