Mahasiswa Kaltim Diskusikan Keberlanjutan Pembangunan IKN
- 30 Mei 2026 16:53 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Nusantara – Diskusi mengenai keberlanjutan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) hadir dalam Seminar Nasional Public Nations 2026 yang digelar di Gedung Prof. Ir. H. Rachmad Hernadi, M.Sc., Universitas Mulawarman, pekan lalu.
Kegiatan yang diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kalimantan Timur itu menghadirkan Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, dan Dosen Administrasi Publik FISIP Unmul, Wendy Waldianto.
Dalam pemaparannya, Troy menegaskan pembangunan IKN tetap berjalan dan memperhatikan aspek lingkungan.
“Tidak benar kalau ada yang bilang IKN mangkrak. Dan hari ini saya juga tegaskan bahwa tidak benar kalau IKN merusak hutan,” kata Troy dalam keterangan OIKN, Jumat 29 Mei 2026.
Ia mengatakan setiap kedeputian di Otorita IKN memiliki tanggung jawab dalam pembangunan, termasuk pengelolaan hutan dan lingkungan.
Seminar bertema “IKN Sebagai Tonggak Pemerataan Ekonomi Nasional” itu diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik FISIP Universitas Mulawarman.
Dosen Administrasi Publik FISIP Unmul, Wendy Waldianto, menyebut saat ini telah ada kerja sama antara Otorita IKN dan Universitas Mulawarman untuk mendukung inovasi pembangunan berkelanjutan.
“Saat ini terdapat MoU antara Otorita IKN dengan Universitas Mulawarman untuk mendorong inovasi-inovasi keberlanjutan dan penguatan ekosistem di IKN,” ujar Wendy.
Dalam diskusi tersebut, mahasiswa juga menyoroti persoalan energi dan pengelolaan lingkungan di kawasan Nusantara.
Anggota Departemen Penelitian dan Pengembangan HIMANISLIK FISIP Unmul, Nur Nailah, mengatakan generasi muda perlu mempersiapkan diri menuju Indonesia Emas 2045 seiring pembangunan IKN.
“Kita sebagai generasi muda dan mahasiswa harus mempersiapkan diri menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.
Menanggapi hal itu, Troy menjelaskan Otorita IKN terus mendorong gaya hidup ramah lingkungan melalui penanaman pohon dan pemanfaatan energi bersih.
“Kami memiliki gaya hidup baru yaitu menanam pohon langsung oleh insan Otorita IKN,” ujarnya.
Ia juga menyebut kawasan KIPP Nusantara telah didukung listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas sekitar 50 MW.
Sementara itu, Wakil Dekan I Bidang Akademik FISIP Unmul, Rina Juwita, menilai pembangunan IKN bukan sekadar pemindahan ibu kota, tetapi bagian dari pemerataan pembangunan nasional.
“Ini bukan sekadar pemindahan gedung semata, tetapi pemerataan untuk seluruh warga negara Indonesia,” ucap Rina.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....