Investasi IKN Capai Rp72,39 Triliun, Kepercayaan Investor Terus Menguat

  • 19 Mei 2026 17:54 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Nusantara – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) mencatat total estimasi investasi hingga Rp72,39 triliun pada Mei 2026. Capaian tersebut dinilai menjadi bukti meningkatnya kepercayaan investor terhadap keberlanjutan pembangunan IKN dan tumbuhnya ekosistem perkotaan baru di Nusantara.

Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, mengatakan investasi yang terus masuk menunjukkan pembangunan IKN berjalan seiring dengan pembentukan pusat kehidupan dan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Total angka estimasi investasi sebesar Rp72,39 triliun ini menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap IKN terus berjalan,” ujar Troy, dalam keterangan pers, Senin 18 Mei 2026.

Troy menjelaskan, total investasi tersebut terdiri dari investasi swasta murni sebesar Rp60,29 triliun serta fasilitas publik dan penugasan kementerian/lembaga sebesar Rp12,10 triliun.

Secara keseluruhan, terdapat 75 Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan 65 pelaku usaha yang masuk dalam kategori investasi swasta murni, serta 15 penugasan kepada kementerian dan lembaga pemerintah.

Komposisi investasi itu juga menunjukkan keterlibatan investor nasional dan internasional. Dari total 75 PKS, sebanyak 11 PKS berasal dari investor asing dengan delapan perusahaan dari enam negara, yakni Korea Selatan, Tiongkok, Uni Emirat Arab, Rusia, Malaysia, dan Singapura. Sementara 64 PKS lainnya berasal dari pelaku usaha dalam negeri.

“Investasi tersebut tersebar di berbagai sektor, mulai dari hunian, infrastruktur, energi, akomodasi, pusat olahraga, hingga fasilitas komersial,” katanya.

Di sisi lain, aktivitas ekonomi di kawasan Nusantara juga mulai tumbuh seiring meningkatnya jumlah pekerja dan pengunjung yang datang ke IKN. Perkembangan itu terlihat dari hadirnya berbagai usaha makanan, minuman, hingga layanan penunjang kebutuhan masyarakat.

Salah satu brand nasional yang mulai beroperasi di kawasan Nusantara adalah Roti’O. Kehadiran usaha tersebut dinilai menjadi gambaran bahwa pelaku usaha mulai melihat potensi jangka panjang di IKN.

Troy menilai investasi yang masuk menjadi sinyal bahwa investor mulai memandang IKN sebagai pasar masa depan yang menjanjikan.

“Ketika infrastruktur dasar, hunian, energi, layanan publik, dan aktivitas ekonomi mulai terbentuk, di situlah kota ini mulai hidup. Investasi ini menjadi jembatan dari pembangunan menuju kehidupan kota,” kata Troy.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....