ANRI Tetapkan Dokumentasi Pembangunan IKN Karya Dian Rana Jadi Arsip Nasional
- 19 Mei 2026 20:07 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Nusantara – Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) resmi menetapkan dokumentasi pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) karya dokumentator independen asal Kalimantan Timur, Dian Rana, sebagai Arsip Statis Nasional.
Penetapan tersebut dilakukan melalui penandatanganan Berita Acara Serah Terima Arsip Statis antara Kepala ANRI, Mego Pinandito dan Dian Rana dalam kegiatan Workshop Peningkatan Kapasitas Tata Kelola Penyelenggaraan Kearsipan Organisasi Politik dan Organisasi Kemasyarakatan di Jakarta, Selasa 19 Mei 2026.
Langkah ANRI ini menjadi bentuk pengakuan negara terhadap signifikansi karya masyarakat sipil dalam menyusun rekam jejak sejarah bangsa. Puluhan dokumentasi visual yang direkam sepanjang periode 2021–2022 tersebut kini resmi disimpan oleh negara sebagai sumber sejarah penting mengenai fase awal transisi ibu kota baru Indonesia.
Dian Rana dikenal sebagai dokumentator independen asal Desa Wonosari, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, yang konsisten merekam perkembangan kawasan IKN sejak tahap awal pembangunan.
Penetapan tersebut menjadi bentuk pengakuan terhadap dokumentasi masyarakat sipil yang dinilai memiliki nilai historis dalam perjalanan pembangunan Indonesia.
Dalam keterangannya, Dian mengaku tidak pernah membayangkan dokumentasi yang ia lakukan secara sederhana di tengah berbagai tantangan akhirnya menjadi bagian dari arsip nasional.
“Saya tidak pernah menyangka apa yang saya lakukan selama ini di Ibu Kota Nusantara, meski penuh rintangan dan kesalahpahaman, bahkan tidak jarang saya ditolak untuk mendekat ke kawasan itu, hari ini dokumentasi yang saya lakukan memiliki tempat untuk disimpan oleh Arsip Nasional Republik Indonesia,” ujar Dian Rana.
Bagi Dian, dokumentasi pembangunan IKN bukan sekadar kumpulan gambar atau rekaman visual, melainkan jejak sejarah yang penting untuk diketahui generasi mendatang.
“Bagi saya dokumentasi ini bukan hanya catatan visual, tetapi jejak penting yang harus diketahui oleh generasi mendatang,” katanya.
Ia juga menyatakan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam upaya penyelamatan arsip, khususnya terkait pembangunan IKN.
“Ke depan saya mungkin akan terus berkontribusi dalam pengupayaan penyelamatan arsip, terutama pada pembangunan Ibu Kota Nusantara,” ucapnya.
Penetapan karya dokumentasi tersebut menjadi bukti bahwa peran masyarakat dalam merekam peristiwa penting bangsa memiliki arti besar bagi sejarah Indonesia di masa depan.
Dian Rana Luncurkan Buku "Di Balik Layar Nusantara"
Sebelumnya, Dian Rana juga menerbitkan buku berjudul Di Balik Layar Nusantara: Langkah Kecil di Tengah Sejarah Besar yang rilis awal Mei 2026. Buku tersebut mengangkat sisi manusia dalam pembangunan IKN berdasarkan dokumentasi lapangan yang ia lakukan secara mandiri sejak awal pembangunan Nusantara.
Dian bahkan memutuskan beralih profesi menjadi youtuber dan meninggalkan pekerjaannya di perusahaan tambang demi fokus mendokumentasikan perkembangan IKN. Kanal YouTube miliknya kini memiliki sekitar 350 ribu lebih pengikut dengan lebih dari 1.200 video dokumentasi pembangunan Nusantara.
Karyanya juga mendapat perhatian dari berbagai kalangan. Urban planner IKN, Sibarani Sofyan, menyebut dokumentasi Dian melalui vlog dan kanal YouTube menjadi salah satu sumber independen yang digunakan untuk memantau progres pembangunan IKN.
“Dokumentasi yang dilakukan Dian Rana melalui vlog dan kanal YouTube-nya menjadi salah satu sumber independen yang kami gunakan, bahkan untuk menunjukkan progres IKN kepada berbagai pihak,” ujar Sibarani Sofyan.
Selain itu, akademisi Mohammed Ali Berawi juga menilai Dian sebagai salah satu saksi langsung pembangunan IKN yang mampu menyajikan informasi secara cepat dan objektif dari sudut pandang masyarakat.
Bagi Dian, buku yang ditulisnya bukan hanya tentang pembangunan IKN, tetapi juga perjalanan hidup dan catatan sederhana seseorang yang menyaksikan langsung perubahan besar di Nusantara.
“Harapan saya sederhana, ini bisa jadi jejak kecil dan sudut pandang lain yang layak didengar,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....