Ketua PDA Kubar Ingatkan Masyarakat Tak Mudah Terprovokasi

  • 30 Mar 2026 22:44 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar - Ketua Presidium Dewan Adat (PDA) Kutai Barat, Yurang, mengajak seluruh masyarakat untuk menyikapi persoalan yang terjadi dengan pikiran positif serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Pesan tersebut disampaikannya menyusul dinamika yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir, termasuk insiden keributan di lingkungan lembaga adat dengan kelompok Rudof Sumual.

“Kita harus menyikapi hal ini dengan positif thinking. Mari kita saling menjaga kamtibmas,” ujarnya di Lamin Taman Budaya Sendawar, Senin 30 Maret 2026.

Yurang menegaskan, seluruh pihak harus bersama-sama menjaga Kutai Barat sebagai daerah beradat yang menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal. “Kita ingin menjalankan Kutai Barat sesuai semboyannya sebagai kota beradat,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang melakukan tindakan tidak profesional, termasuk yang mengarah pada aksi premanisme. “Kami tidak sepakat dengan tindakan-tindakan seperti itu,” ucap Yurang tegas.

Yurang meminta masyarakat untuk menahan diri dan tidak mudah terpancing emosi dalam menghadapi persoalan. “Mohon kita masing-masing bisa menjaga diri. Jangan sampai terpancing emosi,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihak Presidium Dewan Adat berupaya maksimal menjaga situasi tetap kondusif, meskipun menghadapi berbagai dinamika di lapangan. Terutama aksi keributan yang dilakukan Dolof Cs.

“Kami tidak terpancing. Kalau saat itu kami terpancing, mungkin sudah masuk ke proses hukum,” katanya.

Meski demikian, ia mengungkapkan bahwa pihaknya memiliki sejumlah bukti terkait peristiwa yang terjadi, seperti rekaman video dan suara.

“Kami punya bukti yang cukup. Kalau mau menempuh jalur hukum formal, itu bisa saja dilakukan,” katanya.

Namun, Yurang menegaskan lembaga adat tetap mengedepankan penyelesaian melalui mekanisme adat, meskipun di dalam struktur organisasi juga terdapat unsur hukum formal.

“Ada hukum formal dalam struktur organisasi, tapi kami tetap mengutamakan penyelesaian secara adat,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....