Puskesmas Dilang Puti Dilanjutkan, Dinkes Kubar Siap Tender Ulang

  • 25 Mar 2026 17:19 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar – Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Barat (Kubar) memastikan kelanjutan pembangunan UPT Puskesmas (PKM) Dilang Puti di Kecamatan Bentian Besar yang mangkrak sejak 2023. Pemerintah daerah menyiapkan anggaran Rp7,1 miliar dan bersiap membuka tender ulang.

Sekretaris Dinkes Kubar, Barnabas, mengatakan pihaknya akan mengevaluasi kondisi bangunan sebelum melanjutkan pekerjaan.

“Anggaran sudah siap. Tapi kami review dulu bangunannya, lalu susun ulang perencanaan. Kami analisa apakah masih layak dilanjutkan. Setelah itu baru tender ulang,” ujar Barnabas saat dikonfirmasi RRI Sendawar, Rabu 25 Maret 2026.

Ia menjelaskan, pembangunan lanjutan akan menggunakan spesifikasi bangunan standar dengan luas di bawah 500 meter persegi untuk zona 2. Dengan anggaran baru Rp7,1 miliar, Dinkes optimistis pembangunan PKM Dilang Puti bisa segera diselesaikan.

Langkah ini menjawab kritik masyarakat Bentian Besar yang sebelumnya menyoroti proyek tersebut karena terbengkalai. Warga menilai pemerintah lamban dan baru bergerak setelah persoalan ramai dibicarakan.

Ketua Kerukunan Dayak Bentian, Wandi, bahkan menyebut pola penanganan pemerintah sebagai “no viral, no action.” Ia meminta pemerintah mengusut proyek tersebut sekaligus memastikan kelanjutannya.

Di tengah bayang-bayang kegagalan proyek sebelumnya, masyarakat kini menggantungkan harapan kepada Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, untuk menuntaskan pembangunan fasilitas kesehatan tersebut.

“Harapan kami dengan pemerintahan yang baru, Pak Bupati Edwin bisa memprioritaskan masyarakat Bentian. Orang sakit itu sembuhnya di rumah sakit atau puskesmas, bukan di perjalanan,” kata Wandi.

Warga menilai penyelesaian Puskesmas Dilang Puti akan menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam pemerataan layanan kesehatan, terutama di wilayah terpencil. Apalagi, proyek ini sempat tercoreng persoalan di sektor kesehatan yang menjadi sorotan publik.

Wandi menegaskan, keberadaan puskesmas sangat mendesak. Ia menyebut sudah ada warga yang meninggal dunia di perjalanan karena jauhnya akses menuju RSUD Harapan Insan Sendawar (HIS).

“Ini sangat darurat. Jangan sampai kejadian seperti ini terus berulang,” ujarnya.

Meski mendukung proses hukum jika ditemukan penyimpangan seperti pada kasus RS Pratama Bekokong, masyarakat meminta agar penanganan hukum tidak menghambat pembangunan fisik.

“Silakan diproses kalau ada yang salah, tapi jangan sampai pembangunan berhenti lagi. Kami ingin segera menikmati fasilitas ini,” ucapnya tegas.

Proyek Puskesmas Dilang Puti awalnya dibangun pada 2023 dengan anggaran Rp8,4 miliar. Namun pekerjaan terhenti karena kontraktor gagal menyelesaikan proyek tepat waktu sehingga kontraknya diputus. Sejak saat itu, pembangunan praktis berhenti dan bangunan terbengkalai hingga awal 2026.

Tokoh masyarakat Bentian, Lirin Colen Dingit, berharap pemerintah benar-benar menuntaskan proyek tersebut.

“Syukurlah kalau dilanjutkan, asal jangan terulang lagi jadi candi. Kami butuh kepastian, jangan hanya wacana,” ujarnya.

Dengan kondisi wilayah yang terpencil, keberadaan PKM Dilang Puti sangat penting, tidak hanya bagi warga Bentian Besar, tetapi juga masyarakat di Kecamatan Siluq Ngurai.

Masyarakat pun mendesak pemerintah daerah menjadikan proyek ini sebagai prioritas utama agar tidak ada lagi keterlambatan penanganan medis yang berujung pada korban jiwa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....