Warga Bentian Besar Harap Bupati Edwin Selesaikan Puskesmas yang Mangkrak
- 24 Jan 2026 01:18 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar – Di tengah bayang-bayang kegagalan proyek infrastruktur kesehatan periode sebelumnya, masyarakat Kecamatan Bentian Besar kini menggantungkan asa pada Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin. Proyek pembangunan UPT Puskesmas Dilang Puti yang terbengkalai sejak 2023 diharapkan untuk segera dilanjutkan demi menjamin hak dasar kesehatan warga di wilayah perbatasan.
Ketua Kerukunan Dayak Bentian, Wandi, mengatakan kepemimpinan baru ini harus membawa perubahan nyata, terutama dalam menangani proyek-proyek mangkrak yang bersentuhan langsung dengan nyawa manusia.
"Harapan kami dengan pemerintahan yang baru, Pak Bupati Edwin bisa memiliki prioritas untuk masyarakat Bentian. Orang sakit itu sembuhnya di rumah sakit atau puskesmas, bukan di perjalanan," kata Wandi kepada RRI Sendawar, Jumat 23 Januari 2026.
BACA JUGA:
Dinkes Kubar Bantah Telantarkan PKM Dilang Puti
Harapan ini selaras dengan visi misi Bupati Edwin yang menjanjikan pemerataan fasilitas publik di seluruh pelosok Kutai Barat. Warga menilai, penyelesaian Puskesmas Dilang Puti akan menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memperbaiki pelayanan kesehatan yang kini tercoreng kasus korupsi di instansi terkait, khususnya Dinas Kesehatan.
Wandi menambahkan bahwa urgensi puskesmas ini sangat tinggi menyusul rentetan kejadian tragis warga yang meninggal dunia di jalan akibat jauhnya akses menuju RSUD Harapan Insan Sendawar (HIS).
Meskipun mendukung adanya pengusutan hukum jika ditemukan penyelewengan dana seperti pada kasus RS Pratama Bekokong, masyarakat meminta Bupati Edwin memastikan bahwa proses hukum tidak menghentikan progres fisik bangunan.
"Silakan diproses hukum jika ada yang salah, tapi jangan sampai menghambat progres. Kami tidak mau proses hukum jadi alasan pembangunan berhenti lagi. Kami ingin segera menikmati fasilitas ini," ucap Wandi.
BACA JUGA:
Krisis Dokter Puskesmas: IDI Kubar Sebut Pelayanan Terganggu
Kini, mata masyarakat Bentian Besar tertuju pada kebijakan pemerintah daerah dalam mengalokasikan anggaran perubahan atau percepatan konstruksi di tahun 2026 ini untuk menuntaskan puskesmas tersebut.
Diketahui proyek Puskesmas Dilang Puti dibangun sejak tahun 2023 dengan anggaran Rp8,4 miliar. Namun terhenti karena kontraktor gagal menyelesaikan pekerjaan tepat waktu sehingga kontraknya diputus. Sejak saat itu, praktis proyek dihentikan hingga mangkrak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....