Pengelolaan Limbah B3 di PDAM Tirta Sendawar Disorot
- 30 Jan 2026 03:30 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar – Asisten II Sekretariat Kabupaten Kutai Barat Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Ali Sadikin, memberikan teguran keras kepada manajemen PDAM Tirta Sendawar. Perusahaan plat merah tersebut dinilai belum serius dalam mengelola limbah operasional dan memiliki tata kelola internal yang lemah.
Dalam keterangannya pada Kamis 29 Januari 2026, Ali Sadikin menegaskan bahwa pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang serampangan dapat menjadi batu sandungan bagi Kutai Barat dalam meraih penghargaan Adipura.
Ali menyoroti praktik pembakaran limbah kimia atau sisa operasional di lingkungan kantor yang dianggap sebagai pelanggaran lingkungan serius. Menurutnya, tim penilai dari Kementerian Lingkungan Hidup baru-baru ini telah melakukan kunjungan lapangan.
"Saya khawatir kalau ditemukan sisa pembakaran di perkantoran, nilai kita bisa nol. Ini bisa membuat Kutai Barat mendapat penilaian terburuk," ujar Ali dengan nada cemas.
BACA JUGA:
Warga Kubar Protes Rencana Kenaikan Tarif PDAM
Ia menyarankan agar barang bekas operasional, seperti karung IPP3, tidak lagi dibakar melainkan dialihkan ke bank sampah. "Bisa disimpan, dikelola, dan punya nilai ekonomis. Itu jauh lebih produktif dan berkelanjutan," katanya.
Selain isu lingkungan, Ali Sadikin juga membongkar kelemahan administratif PDAM Tirta Sendawar. Ia mengaku belum menemukan dokumen Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan kebocoran yang memadai dalam laporan perusahaan.
Menurut Ali, SOP adalah fondasi utama untuk menjamin kualitas pelayanan dan akuntabilitas. Tanpa pedoman tertulis, operasional perusahaan berisiko tidak terarah.
"Paling tidak kita perlu dengarkan berapa tingkat kebocorannya. Dari situ kita bisa melihat kondisi sebenarnya," katanya menegaskan. Ia menekankan, tingginya tingkat kebocoran air merupakan pemicu utama kerugian finansial perusahaan, meskipun kapasitas produksi terlihat aman.
BACA JUGA:
PDAM Klaim Rugi, DPRD Kubar: Benahi Dulu Kebocoran
Ali juga memberikan "sentilan" halus namun menohok terkait performa keuangan perusahaan. "Kalau melihat namanya Pak Untung (Direktur PDAM), harapannya tentu untung. Tapi jangan sampai untungnya terlalu sedikit, atau malah rugi," ucapnya.
Ia mengingatkan bahwa sebagai bagian dari pemerintah daerah, buruknya manajemen PDAM akan berdampak langsung pada citra daerah di mata publik.
Ali berharap catatan evaluasi ini segera ditindaklanjuti secara serius oleh jajaran manajemen PDAM Tirta Sendawar guna menciptakan perusahaan pelayanan publik yang sehat, transparan, dan ramah lingkungan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....