Jaminan Ketenagakerjaan Belum Mencakup Seluruh Tenaga Kerja Kubar
- 26 Jan 2026 20:56 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar - Cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) hingga saat ini belum sepenuhnya menjangkau seluruh tenaga kerja yang ada.
Dari data terbaru, tingkat coverage perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan di Kubar baru mencapai sekitar 67 persen dari total kurang lebih 90 ribu tenaga kerja yang tersebar di berbagai sektor.
Berdasarkan data kepesertaan, segmen Bukan Penerima Upah (BPU) tercatat sekitar 30 ribu peserta. Sementara itu, segmen Penerima Upah (PU) mencapai sekitar 63 ribu peserta, serta sektor jasa konstruksi yang tercatat sebanyak kurang lebih 5,7 ribu peserta.
Angka ini menunjukkan, masih terdapat puluhan ribu tenaga kerja yang belum mendapatkan perlindungan jaminan sosial secara menyeluruh.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kubar, Fajar Mahda Akhmad, mengatakan, kondisi tersebut tidak lepas dari berbagai faktor yang memengaruhi rendahnya tingkat kepesertaan.
“Jika dibandingkan dengan jumlah tenaga kerja yang ada, coverage kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Kutai Barat saat ini berada di angka sekitar 67 persen,” kata Fajar, Senin 26 Januari 2026.
Ia menjelaskan, salah satu alasan utama belum optimalnya perlindungan ketenagakerjaan adalah minimnya pemahaman masyarakat terhadap pentingnya jaminan sosial.
“Faktor pertama adalah dari sisi pemahaman, baik dari tenaga kerja maupun pemberi kerja, terkait pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan,” ucap Fajar.
Menurutnya, masih banyak tenaga kerja yang memandang jaminan sosial sebagai kebutuhan sekunder, bukan sebagai perlindungan dasar.
“Sebagian masyarakat masih menganggap iuran jaminan sosial sebagai beban, bukan sebagai bentuk perlindungan ketika risiko kerja terjadi,” ujarnya.
Selain itu, tantangan terbesar juga datang dari segmen pekerja informal. Lanjut Fafar, pada kelompok ini, pemahaman mengenai manfaat jaminan sosial dinilai masih sangat terbatas.
“Khusus untuk segmen informal, banyak yang beranggapan bahwa perlindungan itu baru dibutuhkan saat risiko sudah terjadi,” katanya.
Ia menegaskan, BPJS Ketenagakerjaan Kubar, kedepannya terus mendorong peningkatan literasi dan sosialisasi kepada masyarakat serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....