IPA Royoq Sudah 16 Tahun, PDAM Minta Segera Diganti
- 21 Jan 2026 11:39 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar – Kualitas layanan air bersih di wilayah Ibu Kota Kabupaten Kutai Barat terancam tidak maksimal akibat faktor usia infrastruktur yang sudah tua. Direktur PDAM Tirta Sendawar, Untung Surapati, mendesak Pemerintah Kabupaten segera melakukan peningkatan kapasitas (upgrading) terhadap tiga unit Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Royoq yang kini kondisinya sudah tidak ideal.
Untung memaparkan, fasilitas IPA di Royoq merupakan bangunan peninggalan tahun 2010. Mengingat beban kebutuhan masyarakat yang terus meningkat setiap tahunnya, infrastruktur berusia 16 tahun tersebut dinilai memerlukan peremajaan total guna menjaga kestabilan distribusi.
"Kenapa kadang-kadang layanan air sering dikeluhkan? Karena memang IPA kita perlu di-upgrade. Fasilitas ini dibangun tahun 2010 dan kapasitasnya mendesak untuk ditingkatkan agar layanan kita bisa maksimal kembali," ujar Untung Surapati dalam forum diskusi perencanaan pembangunan daerah di Sendawar, Senin, 19 Januari 2026.
BACA JUGA:
Pengamanan Intake PDAM Kritis, Distribusi Air Bersih Ibu Kota Kubar Bakal Terganggu
Meskipun urgensi peremajaan ini telah disampaikan secara resmi kepada pemerintah daerah sejak tahun lalu, Untung menyayangkan hingga saat ini belum ada alokasi anggaran yang diturunkan untuk pelaksanaan fisik. Ia menyebut biaya yang diperlukan memang lumayan besar, namun hal tersebut merupakan investasi krusial bagi pelayanan dasar publik.
"Kami melihat sentuhan-sentuhan anggaran ke sana belum ada. Jadi kami minta ini bisa menjadi atensi bersama, khususnya bagi tim anggaran. Pelayanan air kadang terganggu karena keterbatasan kapasitas mesin dan instalasi yang sudah lama," katanya.
BACA JUGA:
Perumdam Tirta Sendawar Pastikan Program SR Tepat Sasaran
Selain masalah IPA, PDAM Tirta Sendawar juga tengah mengantisipasi risiko kerusakan pada rakit intake pompa di Sungai Mahakam. Sinergi antara PDAM dan Dinas Teknis diharapkan segera terwujud agar kendala infrastruktur di Royoq tidak berujung pada penghentian layanan distribusi air secara meluas.
Aspirasi ini sejalan dengan tema pembangunan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat yang fokus pada pemenuhan infrastruktur dasar menuju stabilitas ekonomi.
“Belum lagi kampung-kampung lain juga yang memerlukan layanan-layanan air bersih. Kami harapkan kita bersama-sama dengan Dinas teknis bisa mengatasi itu sehingga layanan kita bisa maksimal terkati dengan air bersih PDAM,” ucap Untung Surapati.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....