Wagub Kaltim Kecewa Jalan Nasional Hanya Ditambal Sulam
- 29 Mar 2025 20:14 WIB
- Sendawar
KBRN, Sendawar : Wakil Gubernur Kalimantan Timur, H. Seno Aji, menyatakan kekecewaannya terhadap kondisi jalan nasional di ruas Kutai Kartanegara (Kukar) – Kutai Barat (Kubar) yang hanya ditangani dengan tambal sulam tanpa peningkatan kualitas. Kritik ini disampaikan usai meninjau langsung kerusakan jalan saat perjalanan darat dari Melak ke Samarinda, Sabtu (29/3/2025).
Menurut Wagub, kondisi jalan yang berlubang hanya ditambal setiap tahun tanpa adanya peningkatan signifikan.
"Setiap tahun rusak, cuma dibeginikan. Rusak ditambal, rusak ditambal. Tidak ada peningkatan. Aspal rusak hanya kembali diaspal," kritik Seno Aji saat turun dan menyaksikan langsung kerusakan jalan di kawasan Kecamatan Bongan, Kutai Barat.
Wagub menilai, meskipun Indonesia telah merdeka puluhan tahun, masyarakat di jalur Kukar-Kubar masih merasakan ketertinggalan infrastruktur. Ia menekankan bahwa penanganan jalan yang hanya tambal sulam tidak akan menyelesaikan masalah.
"Saya akan protes ke Presiden. Saya akan kirim surat ke Presiden. Jangan cuma ditambal sulam. Percuma kalau begini terus," keluhnya.
BACA JUGA:
Jembatan ATJ dan Jalan Kubar-Mahulu Diprioritaskan Pemprov Kaltim
Seno Aji juga menyoroti anggaran yang sudah dikucurkan pemerintah pusat, yang menurutnya mencapai ratusan miliar hingga triliunan rupiah. Namun, hasilnya dinilai belum memenuhi standar yang diharapkan. Ia meminta agar jalan tidak sekadar diaspal ulang, tetapi ditingkatkan menjadi jalan cor beton agar lebih tahan lama.
"Jangan cuma diaspal, besoknya rusak lagi. Tingkatkan jadi cor," pinta Wagub Seno di hadapan petugas BBPJN, unit kerja di bawah Kementerian PUPR yang ikut melaporkan kondisi jalan tersebut.
Dalam laporan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), kondisi rusak parah di jalur Kukar-Kubar disebutkan nol persen. Wagub berpendapat hal ini menyebabkan pemerintah pusat hanya memberikan paket pemeliharaan tahunan tanpa peningkatan infrastruktur yang lebih baik.
Wagub menegaskan jalur ini perlu perhatian khusus dari pemerintah pusat, bukan sekadar pemeliharaan. Ia juga menyoroti keterbatasan anggaran per segmen jalan yang dinilai tidak memadai untuk perbaikan menyeluruh.
"Ini 100 km cuma Rp15 miliar. Kita mau kemantapan jalan itu benar-benar mantap. Kalau cuma tambal sulam, sampai kiamat pun Kaltim akan begini terus," kritik Wagub.
Bahkan dengan nada tinggi, Wagub Seno mengatakan, jika untuk jalan sepanjang 80 km, 72 km, dan 111 km pemerintah pusat hanya menyiapkan Rp7 miliar atau Rp9 miliar, sebaiknya tidak usah dikerjakan pusat.
"Kalau cuma Rp7 miliar, Kaltim mampu, tidak usah BBPJN. Tapi kita minta tolong jalan nasional ini standarnya juga nasional. Jangan cuma kelas C dipakai di sini," kesal Wagub lagi.
BACA JUGA:
Pembangunan Jalan Kubar-Mahulu Dapat Dana dari Pemprov Kaltim
Menurutnya, akibat kerusakan jalan ini, yang disalahkan adalah truk kelapa sawit dan masyarakat. Sementara itu, mayoritas proyek yang dialokasikan hanya berupa pemeliharaan rutin dan perbaikan minor atau mayor, dengan sedikit rekonstruksi atau peningkatan jalan.
"Kita mau peningkatan, kita mau dicor semua," pungkas Wagub Seno Aji dengan nada tegas.
Berdasarkan laporan staf BBPJN, ruas jalan Kukar-Kubar terbagi dalam empat segmen:
- Segmen A: Ruas Jalan Loa Janan - Batas Kota Tenggarong - Simpang 4 Senoni - Simpang 3 Kota Bangun. DIPA 2025 sebesar Rp30,9 miliar, namun anggaran yang bisa digunakan (buka blokir) hanya Rp9,4 miliar. Panjang ruas jalan 80 km.
- Segmen B: Ruas Jalan Kota Bangun - Muara Leka - Muara Muntai. DIPA 2025 sebesar Rp39,9 miliar, namun anggaran buka blokir hanya Rp7,6 miliar dengan ruas jalan sepanjang 72,10 km. Ruas jalan ini terparah dibanding segmen lainnya.
- Segmen C: Ruas Jalan Muara Muntai - Nayan - Simpang Blusuh. DIPA sebesar Rp90,1 miliar dan anggaran yang bisa digunakan hanya sebesar Rp15 miliar. Panjang ruas jalan 111,3 km.
- Segmen D: Ruas Jalan Simpang Blusuh - Simpang 3 Damai - Barong Tongkok - Mentiwan (Sendawar) - Tering - Batas Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu). Ruas Barong Tongkok - Mentiwan mendapat proyek multiyears 2025-2027 sebesar Rp225 miliar dan DIPA 2025 sebesar Rp30,9 miliar. Panjang ruas 64 km.
- Ruas Barong Tongkok - Batas Mahulu dalam kontrak single year DIPA 2025 mendapat alokasi Rp4,6 miliar dan DIPA buka blokir sebesar Rp4,4 miliar. Panjang ruas 37,18 km.
Sebagian besar proyek yang dialokasikan merupakan pemeliharaan rutin serta perbaikan minor dan mayor, dengan hanya sedikit rekonstruksi atau peningkatan jalan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....