Ketua KONI Tinjau Latihan Atlet Dayung di Kelumpang, Janji Perjuangkan Sarpras
- 18 Jun 2026 05:24 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kutai Barat, Alsiyus, melakukan kunjungan kerja langsung ke pusat pelatihan atlet dayung di Danau Kelumpang, Kecamatan Mook Manar Bulatn, Selasa 16 Juni 2026. Kunjungan ini menjadi sinyal kuat keseriusan KONI dalam mengawal persiapan atlet menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim di Paser bulan November mendatang.
Di hadapan para atlet dan pelatih Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kubar, Alsiyus membawa kabar gembira terkait kesejahteraan atlet. Ia memastikan bahwa pemerintah daerah telah menyetujui usulan kenaikan bonus bagi atlet berprestasi.
"Saya sudah mengusulkan ke Bupati, dan beliau telah menyetujui bonus naik. Untuk peraih medali emas akan mendapatkan Rp50 juta, perak Rp30 juta, dan perunggu Rp20 juta. Ini bentuk nyata perhatian pemerintah agar atlet lebih bersemangat mengejar prestasi," ujar Alsiyus disambut tepuk tangan para atlet dan jajaran pengurus PODSI.
Tak sekadar janji bonus, Alsiyus juga menanggapi serius keluhan mengenai minimnya sarana dan prasarana yang sudah tidak mengalami pembaruan sejak tahun 2006. Ia menegaskan akan berjuang keras untuk melakukan lobi demi perbaikan fasilitas latihan.
"Bagaimanapun semangat atlet, jika tidak ditopang oleh sarana dan prasarana yang memadai, pasti akan menemui kendala. Saya berkomitmen untuk melakukan berbagai upaya ke depan, bagaimana kita melobi dan meningkatkan sarana prasarana ini agar para atlet bisa berlatih dengan maksimal," kata Alsiyus.
Selain itu, Alsiyus memberikan jaminan komitmennya untuk menghentikan praktik pemotongan anggaran cabang olahraga (Cabor). Ia memastikan anggaran yang diberikan ke depan harus sepenuhnya digunakan untuk kepentingan Cabor, kecuali untuk kewajiban pajak yang diatur regulasi.
"KONI berkomitmen tidak akan memotong anggaran Cabor. Kalau selama ini ada isu pemotongan, ke depan saya pastikan anggaran harus digunakan untuk pembinaan atlet dan kebutuhan Cabor itu sendiri," ucapnya menambahkan.
Dalam kunjungan tersebut, Alsiyus juga sempat mencoba menaiki perahu dragon boat untuk merasakan langsung medan latihan di Danau Kelumpang. Aksinya ini disambut antusias oleh para atlet dan pelatih.
KONI Kutai Barat optimistis atlet dayung akan kembali mengharumkan nama daerah di kancah provinsi maupun nasional.
"Atlet-atlet kita adalah kebanggaan Kutai Barat. Mereka mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional dengan fasilitas minimal. Kini saatnya kita buktikan melalui prestasi," ucap Ketua KONI, Alsiyus memberi motivasi.

Sekretaris Umum PODSI Kutai Barat, Perdana Arisetiawan, menyambut baik perhatian Ketua KONI. Menurutnya, kunjungan ini memberikan suntikan motivasi bagi 40 atlet yang mayoritas merupakan wajah baru atau junior.
"Kami sangat berterima kasih atas kunjungan ini. Semoga ini menjadi momentum untuk menambah perhatian pemerintah terhadap sarana dan prasarana kami yang sudah sangat minim," ujar Iwan sapaan akrabnya.
Ia menjelaskan saat ini PODSI Kubar memang tengah berjuang melakukan regenerasi, di mana 90 persen atletnya adalah junior. Meski terkendala peralatan seperti kayak dan kano yang belum dilakukan pembaruan, semangat mereka tak luntur.
Senada dengan itu, pelatih dayung, Joni Anwar, mengungkapkan bahwa timnya tetap menargetkan juara umum seperti pada Porprov Berau 2022 lalu dengan target 9 medali emas.
Motivasi tim kian berlipat dengan kehadiran atlet kelas dunia asal Kelumpang, Arjuna, yang kini fokus membimbing para atlet muda. Atlet yang telah mengharumkan nama Indonesia di ajang Asian Games, SEA Games, hingga Kejuaraan Dunia itu kini mendedikasikan dirinya sebagai pelatih untuk membimbing generasi penerus di Danau Kelumpang.
Arjuna melihat potensi besar yang dimiliki para atlet muda di Kelumpang. Menurutnya, karakteristik masyarakat pesisir yang terbiasa hidup dengan air menjadi modal alami yang sangat berharga.
"Berhubung olahraga dayung ini sangat menjanjikan, potensi Kelumpang juga lumayan bagus karena basic-nya memang nelayan. Jadi, peluang untuk meraih prestasi yang lebih baik itu sangat terbuka lebar," ujar Arjuna penuh optimisme.
Bagi Arjuna, dayung bukan sekadar olahraga, melainkan pintu pembuka cakrawala yang lebih luas bagi putra-putri daerah. Ia menekankan bahwa disiplin adalah kunci utama untuk mengubah nasib.
"Tergantung atletnya lagi, mau berprestasi untuk diri sendiri dan untuk Kutai Barat. Dengan latihan yang sungguh-sungguh, saya yakin pasti bisa. Saya sendiri sudah memberikan bukti. Dari Asian Games, SEA Games, maupun Kejuaraan Dunia, semua sudah saya dapatkan lewat dayung," ucapnya.
Dengan gaya bicaranya yang rendah hati dan membumi, ia sering mengingatkan para atlet juniornya akan manfaat nyata yang bisa diraih jika mereka serius menekuni olahraga ini.
"Saya sering bilang ke anak-anak, kalau tidak terjun ke dayung, mungkin sulit bisa ke luar negeri atau naik pesawat ke mana-mana. Dayung telah membawa saya melihat dunia, dan saya ingin mereka juga bisa mencapai itu, bahkan lebih," katanya.
Ia optimis dengan kombinasi dukungan anggaran yang transparan, kenaikan bonus, serta komitmen peningkatan fasilitas, mereka makin termotivasi menghadapi Porprov 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....