Petinggi Juaq Asa Minta Perbaikan Jalan ke Lokasi Latihan Arung Jeram Dipercepat
- 30 Mei 2026 06:39 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar – Kondisi akses jalan menuju lokasi latihan Arung Jeram di Kampung Juaq Asa, Kecamatan Barong Tongkok, menjadi perhatian berbagai pihak menjelang target Kutai Barat menjadi tuan rumah Porprov Kalimantan Timur 2030.
Persoalan tersebut mencuat saat kunjungan Ketua KONI Kutai Barat bersama jajaran pengurus dan anggota DPRD Kutai Barat ke pusat latihan atlet arung jeram, Jumat 29 Mei 2026.
Kepala Kampung Juaq Asa, Herkolanus, mengatakan akses jalan menuju lokasi latihan masih memerlukan perhatian serius, terutama pada titik-titik tertentu yang sulit dilalui saat musim hujan. Karena itu dia meminta perbaikan dipercepat.
Menurutnya, kendaraan biasa masih kesulitan melintas ketika kondisi jalan berlumpur, sehingga saat ini akses lebih aman dilalui kendaraan dobel gardan.
“Kalau musim hujan, kendaraan biasa sulit masuk. Memang masih ada beberapa titik jalan yang perlu difokuskan. Kalau di danau ini masih bagus, tapi kalua ke Sungai Encaling Lokasi Latihan itu masih sulit,” katanya.
Ia menjelaskan, panjang akses menuju lokasi latihan sekitar 11 kilometer. Namun, tidak seluruh ruas mengalami kerusakan berat karena sebagian sudah dilakukan pengerasan jalan.
Herkolanus berharap pemerintah daerah bersama KONI dan DPRD dapat berkolaborasi memperbaiki akses tersebut demi mendukung pembinaan atlet sekaligus pengembangan kawasan wisata olahraga.
“Kami berharap ada kolaborasi supaya akses ini bisa dituntaskan, apalagi ada rencana Kutai Barat menjadi tuan rumah Porprov 2030,” ujarnya.
Selain akses jalan, pemerintah kampung juga berharap adanya dukungan pembangunan fasilitas penunjang di base camp FAJI, termasuk tempat penyimpanan perahu dan perlengkapan atlet.
Menurut Herkolanus, pemerintah kampung selama ini telah berupaya membantu kebutuhan atlet sesuai kemampuan anggaran yang tersedia.
Pada 2024 lalu, pemerintah kampung membantu pembangunan fasilitas MCK untuk atlet FAJI. Sementara pada 2025, pemerintah kampung kembali memberikan bantuan berupa dua unit perahu lengkap dengan perlengkapan keselamatan dan dayung.
“Anggaran kampung memang terbatas, apalagi sekarang ada efisiensi anggaran. Tapi kami tetap berusaha membantu,” katanya.
Ketua KONI Kutai Barat, Alsiyus, mengatakan pengembangan fasilitas olahraga dan akses menuju lokasi latihan menjadi bagian penting dalam mendukung prestasi atlet maupun rencana besar Kutai Barat menjadi tuan rumah Porprov Kaltim 2030.
Ia menilai kawasan Danau Wisata Hemaq Beniung memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat wisata olahraga di Kutai Barat.
“Tempat ini bagus dan sangat potensial menjadi wisata olahraga ke depan,” katanya.
Alsiyus juga meminta dukungan dari pemerintah daerah, DPRD, hingga masyarakat agar target Kutai Barat menjadi tuan rumah Porprov 2030 dapat terwujud.
Menurutnya, kesempatan tersebut sangat penting karena apabila Kutai Barat tidak mengambil peluang menjadi tuan rumah pada 2030, maka daerah harus menunggu puluhan tahun lagi untuk mendapat kesempatan serupa.
“Kalau tidak ambil bagian di 2030, kita bisa menunggu sangat lama lagi. Ini momentum penting bagi Kutai Barat,” ujarnya.
Sementara itu, anggota DPRD Kutai Barat, Adrianus, mengatakan pihak legislatif siap mendukung berbagai kebutuhan infrastruktur penunjang olahraga apabila dibutuhkan untuk kemajuan prestasi daerah.
Ia menilai kunjungan langsung ke lapangan penting untuk mengetahui persoalan riil yang dihadapi cabang olahraga, termasuk akses jalan menuju lokasi latihan atlet.
“Kita ingin olahraga Kutai Barat lebih maju dan tentu fasilitas pendukung juga harus diperhatikan,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....