KONI Siap Fasilitasi Kebutuhan E-Sport Kutai Barat menuju Porprov

  • 26 Mei 2026 19:21 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kutai Barat menunjukkan dukungan penuh terhadap perkembangan cabang olahraga E-Sport menjelang pelaksanaan Porprov Kalimantan Timur. Dukungan tersebut ditunjukkan melalui silaturahmi Ketua KONI Kutai Barat, Alsiyus bersama pengurus dan atlet E-Sport Kutai Barat, Senin 25 Mei 2026 malam.

Ketua Cabor E-Sport Kutai Barat, Robert Fernandes mengaku senang dan mengapresiasi kehadiran Ketua KONI yang secara langsung mendengarkan berbagai kebutuhan serta persiapan atlet menuju Porprov.

“Oh ya, kami sangat senang, sangat mengapresiasi kedatangan Ketua KONI hadir malam ini, ketemu dengan kami Cabor E-Sport Kutai Barat. Beliau sudah bersedia meluangkan waktu untuk mendengar persiapan kami,” ujar Robert dalam pertemuan di Ell Moll Cafe.

Dalam pertemuan tersebut, pengurus E-Sport menyampaikan sejumlah kondisi yang dihadapi atlet, mulai dari kebutuhan fasilitas latihan hingga kesiapan menghadapi persaingan di tingkat provinsi.

Menurut Robert, Ketua KONI Kutai Barat memberikan respons positif dan siap membantu memfasilitasi kebutuhan cabang olahraga E-Sport agar pembinaan atlet dapat berjalan lebih maksimal.

“Beliau siap memfasilitasi apa yang menjadi keperluan untuk E-Sport ke depan,” katanya.

Saat ini, E-Sport Kutai Barat memiliki sekitar 18 atlet yang tergabung dalam beberapa divisi, di antaranya Mobile Legends, PUBG Mobile, Free Fire hingga konsol atau E-Football.

Dalam mempersiapkan atlet menuju Porprov, para pemain terus diasah melalui berbagai turnamen online. Langkah itu dilakukan karena minimnya kompetisi offline di Kutai Barat.

“Untuk persiapan selama ini kami lebih banyak mengikuti turnamen online supaya kemampuan atlet tetap terasah,” ucap Robert.

Ia menyebut turnamen terakhir yang digelar pihaknya berlangsung di Kodim dengan jumlah peserta mencapai sekitar 450 orang dari empat divisi pertandingan.

Meski memiliki semangat dan optimisme tinggi, Robert mengakui masih ada sejumlah kendala yang dihadapi atlet E-Sport di Kutai Barat, terutama jaringan internet yang belum stabil dan keterbatasan perangkat tanding.

“Kalau kendala sekarang mungkin sinyal, karena memang di daerah kita sering naik turun. Untuk perangkat tanding juga sementara masih dipersiapkan sendiri oleh masing-masing atlet,” ucapnya.

Namun demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat para atlet untuk terus berkembang dan membawa nama Kutai Barat di ajang Porprov Kaltim.

Robert optimistis atlet-atlet E-Sport Kutai Barat mampu bersaing dengan daerah lain dan memberikan hasil terbaik.

“Kami sangat optimis. Dengan atlet-atlet yang ada, kami yakin bisa berbicara banyak di Porprov nanti,” ucapnya.

Sementara Ketua KONI Kutai Barat, Alsiyus mengaku bangga melihat semangat para atlet muda E-Sport yang terus aktif berlatih dan mengikuti berbagai turnamen meski masih menghadapi keterbatasan fasilitas.

Menurutnya, E-Sport kini menjadi cabang olahraga yang berkembang pesat dan memiliki potensi besar untuk mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi maupun nasional.

“Saya berharap teman-teman player juga ikut memotivasi dan mengedukasi tentang E-Sport ini. Karena banyak yang mungkin menganggap bermain game itu kurang baik, padahal kalau dilatih dengan tekun, khususnya divisi yang sudah masuk cabang olahraga, tentu bisa menjadi prestasi dan membawa nama daerah,” ujarnya.

Alsiyus menilai perkembangan E-Sport perlu mendapat dukungan bersama, baik dari pemerintah, orang tua maupun masyarakat, agar para atlet muda memiliki ruang untuk berkembang secara positif dan terarah.

Ia juga memastikan KONI Kutai Barat akan terus mendorong pembinaan atlet E-Sport agar mampu bersaing pada ajang Porprov maupun kompetisi tingkat lebih tinggi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....