Hadir Langsung di Lokasi Latihan, Ketua KONI Kubar Bakar Semangat Atlet Biliar

  • 24 Mei 2026 19:58 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar – Semangat membara terpancar dari wajah para atlet muda biliar Kutai Barat (Kubar). Kehadiran Ketua KONI Kubar, Alsiyus, yang meninjau langsung sesi latihan di Rumah Biliar 99, Jalan Dua Jalur, Kelurahan Simpang Raya, Kecamatan Barong Tongkok, Minggu 24 Mei 2026, menjadi suntikan motivasi luar biasa menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur.

Di tengah riuhnya suara bola biliar yang saling beradu, atmosfer latihan terasa begitu hidup. Para atlet tampak fokus, menunjukkan disiplin tinggi dan tekad juang yang menyala-nyala.

Suasana semakin hangat ketika Alsiyus tidak ragu membaur dan ikut memegang stik biliar untuk mencoba bermain bersama para atlet dan pelatih. Ia mengaku bangga melihat keseriusan dan kerja keras mereka dalam mengejar prestasi demi mengharumkan nama Kutai Barat di kancah provinsi.

Membangun Karakter dan Menjaga Generasi Muda

Dalam kunjungannya, Alsiyus menegaskan bahwa kehadirannya adalah bentuk komitmen nyata KONI Kubar untuk mengawal kesiapan seluruh cabang olahraga (cabor) sekaligus memberikan dukungan moral. Terlebih, Alsiyus sendiri baru mengemban amanah melanjutkan estafet kepemimpinan KONI Kubar kurang dari sebulan ini.

“Visi kita adalah pembinaan atlet sejak usia dini dengan pola latihan yang terprogram dengan baik. Sukses pembinaan, sukses regenerasi, dan sukses prestasi,” ujar Alsiyus optimis.

Bagi Alsiyus, esensi olahraga jauh lebih luas dari sekadar mengejar kepingan medali. Olahraga adalah media efektif untuk membentuk karakter, kedisiplinan, dan mentalitas tangguh generasi muda.

“Saya ingin olahraga ini bukan sekadar latihan fisik dan mental, tetapi ada nilai-nilai kehidupan yang tertanam di dalamnya, seperti kejujuran, sportivitas, dan rasa persaudaraan. Dari meja biliar ini, kita tidak hanya mencetak seorang juara, tetapi juga melahirkan calon atlet yang tangguh. Yang terpenting, generasi muda kita terbebas dari masalah sosial, terutama narkoba,” ucapnya tegas.

Ketua KONI Kubar, Alsiyus mencoba permainan biliar di lokasi latihan atlet 99 Biliar Barong Tongkok, Minggu 24 Mei 2026. Foto: RRI Sendawar/Andreas.

Dukungan Penuh Tanpa Beban Target Kaku

Demi memastikan para atlet bisa berkompetisi dengan performa terbaik, KONI Kubar berkomitmen untuk terus memenuhi kebutuhan setiap cabor, mulai dari fasilitas latihan, alat tanding, hingga dukungan pendanaan dan sponsorship.

Menariknya, KONI Kubar memilih pendekatan yang humanis dengan tidak membebani atlet lewat target medali yang kaku dari pihak komite olahraga tersebut.

“KONI tidak memiliki target medali secara sepihak, karena pengurus caborlah yang paling memahami kekuatan atlet dan peta persaingan. Tugas kami adalah memfasilitasi dan memastikan atlet bisa berlatih dengan fasilitas terbaik,” katanya.

Alsiyus juga mengajak seluruh insan olahraga di Kubar untuk terus menjaga kekompakan. Ia berpesan agar para atlet tidak cepat puas, melainkan terus mengasah kemampuan lewat latihan rutin dan memperbanyak jam terbang kompetisi.

Matangkan Strategi: POBSI Siapkan 13 Atlet Asli Daerah

Merespons dukungan penuh dari KONI, pengurus Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kutai Barat kini mulai mematangkan persiapan taktis. Mereka tengah menggembleng 13 atlet terbaik yang siap bertanding membawa nama daerah di Porprov Kaltim mendatang.

Ketua POBSI Kutai Barat, Vinsen Candela, menjelaskan bahwa dari total sekitar 30 atlet aktif yang dibina, terpilih 13 atlet yang terdiri dari empat atlet perempuan dan sembilan atlet laki-laki untuk diturunkan ke ajang bergengsi tersebut.

“Proses pembinaan terus dilakukan secara bertahap melalui latihan rutin, sparing, dan keikutsertaan dalam berbagai turnamen lokal maupun luar daerah. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kemampuan teknik sekaligus mental bertanding atlet,” kata Vinsen saat ditemui di lokasi latihan.

Ia sangat optimistis atlet biliar Kubar mampu bersaing ketat karena sebagian besar dari mereka sudah mengantongi pengalaman kompetisi yang mumpuni.

Senada dengan hal itu, pelatih biliar Kutai Barat, Ardianus Bantam, menyebut skuad yang dipersiapkan ini merupakan pahlawan olahraga lokal yang tangguh. Mereka sebelumnya telah berhasil lolos babak kualifikasi Pra-Porprov di Kabupaten Paser.

“Yang lolos kualifikasi ada sekitar 13 sampai 15 atlet, dan semuanya asli putra-putri daerah Kutai Barat,” kata Ardianus bangga.

Melawan Diri Sendiri dan Membidik Enam Emas

Menurut Ardianus, saat ini intensitas latihan para atlet terus ditingkatkan dengan fokus pada teknik dasar, konsentrasi, dan penguatan mental. Ardianus menekankan bahwa dalam olahraga biliar, musuh terbesar sering kali bukan berada di seberang meja.

“Di biliar itu kita bukan hanya melawan musuh, tetapi melawan diri sendiri. Fokus dan mental harus benar-benar kuat,” ujar sang pelatih.

Latihan rutin dilakukan sedikitnya empat kali dalam seminggu dengan lokasi yang berpindah-pindah secara bergantian di beberapa rumah biliar di Kutai Barat. Pola ini sengaja diterapkan untuk mengasah adaptasi meja sekaligus membangun kekompakan dan rasa percaya diri atlet.

Lewat persiapan yang matang ini, POBSI Kutai Barat mematok target yang cukup berani dan terukur di Porprov Kaltim nanti.

“Untuk saat ini kita menargetkan enam medali emas. Persiapan matang sudah dilakukan melalui jam terbang kompetisi yang aktif diikuti atlet selama beberapa bulan terakhir guna mengasah pengalaman bertanding mereka,” kata Vinsen Candela.

Meski saat ini masih menghadapi keterbatasan sarana latihan, keterbatasan tersebut tidak meredupkan semangat para atlet. Kolaborasi apik dan dukungan solid dari KONI, pengurus cabor, pelatih, hingga masyarakat menjadi bahan bakar utama bagi atlet muda Kutai Barat untuk siap mengguncang panggung olahraga, tidak hanya di tingkat provinsi, tetapi juga menuju level nasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....