Pemkab Kubar dan Para Tokoh Terus Bangun Dialog jelang Kunjungan Menag dan UAS
- 17 Jun 2026 07:20 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat bersama tokoh masyarakat dan pemuka adat terus mengedepankan pendekatan yang teduh dan persuasive, menjelang kunjungan Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar dan Ustadz Abdul Somad (UAS) pada 4 Juli mendatang.
Langkah ini diambil untuk memastikan perbedaan pendapat di tengah masyarakat dapat diselesaikan melalui dialog yang santun. Pemerintah menyadari adanya upaya dari pihak-pihak tertentu yang mencoba membangun narasi provokatif terkait kedatangan UAS ke Kutai Barat, yang berpotensi mencederai kerukunan antarumat beragama.
Menyikapi hal tersebut, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan berkomitmen untuk tidak terpancing. Fokus utama tetap pada upaya merangkul semua elemen masyarakat, memastikan tidak ada ruang bagi aksi provokasi, serta menekankan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini bertujuan murni untuk kemaslahatan umat serta menjaga stabilitas keamanan di Kutai Barat.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kutai Barat, Suwito mengatakan, pemerintah daerah bersama unsur kepolisian aktif menjalin komunikasi informal dengan berbagai pihak. Fokus utamanya adalah merangkul seluruh elemen masyarakat melalui dialog dari hati ke hati, guna memastikan bahwa tujuan kehadiran tokoh nasional ke Kutai Barat murni untuk kemaslahatan umat dan mempererat silaturahmi.
"Kami telah berkoordinasi dengan Kasat Intel untuk menyikapi dinamika yang ada. Ke depannya, kami akan kembali melakukan rapat koordinasi lintas sektor untuk menentukan langkah-langkah strategis terbaik dalam menghadapi isu-isu yang berkembang, demi memastikan situasi tetap kondusif," kata Suwito usai rapat koordinasi dengan panitia serta puluhan Ormas di Masjid Islamic Center Melak, Selasa 16 Juni 2026.
Komitmen Ponpes Assalam: Merajut Kebersamaan
Pihak Pondok Pesantren (Ponpes) Assalam Arya Kemuning selaku panitia penyelenggara turut aktif turun ke lapangan untuk membangun komunikasi yang lebih hangat. Mereka menekankan bahwa agenda ini murni untuk kemaslahatan umat.
"Kami terus menjalin komunikasi informal dengan berbagai tokoh masyarakat. Bersama pihak kepolisian, kami berbicara dari hati ke hati karena ini adalah kepentingan bersama demi keamanan Kutai Barat. Tidak ada sedikit pun niat untuk provokasi, menonjolkan diri, atau kesombongan. Siapa pun yang datang ke daerah ini, tujuan utamanya haruslah untuk kebaikan dan kedamaian masyarakat," ucap Wakil Pimpinan Ponpes Assalam, KH Anas Yudiarso.
Komitmen untuk menjaga suasana yang teduh ini juga mendapat dukungan penuh dari berbagai tokoh agama dan adat.
Ketua Presidium Dewan Adat (PDA) Kutai Barat, Yurang, turut memberikan pandangan serupa. Ia menilai bahwa kekhawatiran yang sempat muncul dari sebagian warga kemungkinan besar terjadi karena belum adanya ruang komunikasi yang cukup terkait latar belakang acara.
"Pesan saya kepada masyarakat, mari kita saling memahami. Panitia sudah memastikan bahwa rangkaian kegiatan, termasuk penyampaian tausiah, akan dilakukan dengan penuh rasa hormat terhadap keberagaman yang ada di Kutai Barat. Kita semua adalah bersaudara maka kita harus rawat toleransi yang baik di Kutai Barat," ujarnya.
Sementara itu Ketua Ormas TGM, Alsiyus, juga memberikan dukungan penuh atas kunjungan Menag dan UAS ke Kubar. Ia mengajak masyarakat untuk tetap tenang (cooling down) dan menatap masa depan.
"Kedatangan tokoh nasional seperti Menteri Agama dan Ustadz Abdul Somad adalah kehormatan bagi kita. Jangan gunakan narasi yang meruncingkan keadaan. Mari kita tunjukkan bahwa masyarakat Kutai Barat adalah umat yang dewasa dan mampu bersatu untuk membangun daerah tanpa sekat perbedaan," ucap Alsiyus.
Tokoh muda yang juga menjabat Ketua KONI Kubar ini berharap, dengan terus membuka ruang dialog, tidak ada lagi narasi negatif yang berkembang. Menurutnya, semangat saling menghargai harus menjadi landasan utama, sehingga Kutai Barat tetap menjadi tempat yang nyaman dan harmonis bagi seluruh warganya, apa pun latar belakang suku maupun agamanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....