Saksi Sejarah IKN: YouTuber Dian Rana Luncurkan Buku "Di Balik Layar Nusantara"

  • 23 Mar 2026 19:03 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Nusantara - Youtuber sekaligus dokumentator independen, Dian Rana, menerbitkan buku “Di Balik Layar Nusantara: Langkah Kecil di Tengah Sejarah Besar” yang mengangkat sisi manusia dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Buku ini dijadwalkan rilis pada Mei 2026.

Dian Rana menulis buku tersebut berdasarkan dokumentasi lapangan yang ia lakukan secara mandiri sejak awal pembangunan IKN, di kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur. Ia menjadi saksi sejarah yang merekam perubahan kawasan dari hutan hingga menjadi pusat pembangunan baru, lalu merangkumnya dalam bentuk narasi personal.

Dian bahkan beralih profesi jadi youtuber dan meninggalkan pekerjaan lamanya di perusahaan tambang. Kanal youtubenya kini memilik 365 ribu pengikut dengan lebih dari 1.200 video yang berhasil diunggah.

Menariknya, karya Dian Rana ini mendapat pengakuan luas. Urban planner IKN, Sibarani Sofyan, mengungkapkan bahwa tim perancang menggunakan vlog dan kanal YouTube Dian sebagai sumber independen untuk memantau progres pembangunan.

“Dokumentasi yang dilakukan Dian Rana melalui vlog dan kanal YouTube-nya menjadi salah satu sumber independen yang kami gunakan, bahkan untuk menunjukkan progres IKN kepada berbagai pihak,” ujar Sibarani Sofyan, salah satu tim perancang IKN melalui keterangannya, Senin 23 Maret 2026.

Ia menilai buku ini penting sebagai catatan sejarah dari perspektif masyarakat. “Sejak awal perancangan Ibu Kota Nusantara, kami selalu berupaya memantau perkembangan pembangunannya dari waktu ke waktu. Jadi ini penting untuk dokumentasi bersama,” katanya.

Hal senada disampaikan akademisi Mohammed Ali Berawi, yang menyebut Dian sebagai saksi langsung pembangunan IKN dengan informasi yang cepat, objektif, dan mencakup berbagai aspek.

Kehadiran buku ini diharapkan menjadi pelengkap dokumen sejarah IKN dari kacamata masyarakat sipil.

Motivasi Penulisan Buku Di Balik Layar Nusantara

Dian mengatakan, sejak pembangunan fisik IKN dimulai akhir 2021 dan awal 2022, ia mulai mendatangi lokasi IKN saat kawasan tersebut masih berupa hutan dan belum banyak orang melihatnya secara langsung. Dari situ, ia mulai merekam dan mengikuti setiap perubahan yang terjadi.

“Awalnya karena penasaran. Saya datang langsung saat masih hutan, lalu mulai dokumentasi. Lama-lama saya merasa proses ini terlalu besar untuk dilewatkan begitu saja,” ujarnya.

Dian Rana dengan latar belakang Istana Negara di KIPP IKN. Foto: Dian Rana

Ia pun memutuskan untuk membukukan pengalamannya sebagai jejak pribadi sekaligus catatan dari sudut pandang masyarakat. Menurutnya, buku tersebut menjadi bukti bahwa ia pernah menyaksikan langsung proses besar tersebut.

Dian menegaskan, seluruh proses dokumentasi hingga penulisan buku dilakukan secara independen tanpa terikat institusi mana pun, termasuk Otorita IKN. Meski begitu, ia bersyukur karena hasil dokumentasinya justru dimanfaatkan berbagai pihak sebagai referensi tambahan.

“Ini murni independen. Saya tidak mewakili institusi apa pun, tapi bersyukur dokumentasi saya bisa ikut dimanfaatkan,” katanya.

Dalam bukunya, Dian tidak membahas kebijakan pembangunan, melainkan lebih menyoroti sisi manusia. Ia mengangkat perjalanan hidupnya dari latar belakang transmigrasi, keterbatasan yang dihadapi, hingga pengalaman langsung di lapangan mengikuti pembangunan IKN.

Ia juga menggambarkan perubahan kawasan dari hutan menjadi wilayah yang mulai berkembang dan hidup. Bagi Dian, buku ini bukan hanya tentang IKN, tetapi juga tentang perjalanan hidup dan cara seseorang melihat perubahan besar dari posisi sederhana.

Dian berharap, bukunya dapat menjadi pelengkap dalam memahami pembangunan IKN dari perspektif yang berbeda, yakni dari masyarakat yang menyaksikan langsung prosesnya.

“Harapan saya sederhana, ini bisa jadi jejak kecil dan sudut pandang lain yang layak didengar,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....