IKN Gaet Investasi Rp1,2 Triliun untuk Bangun Apartemen, Hotel dan Sport Center

  • 30 Apr 2026 21:21 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Nusantara – Otorita Ibu Kota Nusantara kembali mencatatkan progres pembangunan dengan menggandeng dua investor untuk pengembangan proyek komersial dan fasilitas pendukung di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Nilai investasi yang masuk mencapai Rp1,2 triliun.

Kerja sama tersebut ditandai melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Otorita IKN dengan PT Dian Jaya Indonesia dan PT Biru Makmur Abadi di Kantor Otorita IKN, Kamis 30 April 2026.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, mengatakan investasi ini akan memperkuat ekosistem kawasan IKN sebagai kota yang hidup dan inklusif.

“Kehadiran proyek apartemen, hotel, pusat olahraga, dan restoran ini tidak hanya menambah ragam fasilitas perkotaan di IKN, tetapi juga memperkuat ekosistem kawasan agar semakin siap menjadi kota yang hidup, produktif, dan inklusif,” ujarnya.

PT Dian Jaya Indonesia, anak usaha dari Dian Development Co, Ltd. asal Korea Selatan, akan mengembangkan proyek apartemen dan hotel di kawasan WP KIPP Sub WP 1B atau Pusat Pendidikan (Education Precinct).

Proyek ini dibangun di atas lahan sekitar 33.201 meter persegi dengan estimasi investasi Rp1,15 triliun dan ditargetkan mulai konstruksi pada triwulan IV 2026.

Wakil Direktur PT Dian Jaya Indonesia, Cheong Seung Hwa, mengaku optimistis terhadap prospek investasi di IKN.

“Kami tertarik berinvestasi di IKN karena kawasan ini dirancang sebagai smart city modern dengan kepastian regulasi, insentif fiskal, serta potensi peningkatan nilai properti dan bisnis yang signifikan di masa depan,” katanya.

Sementara itu, PT Biru Makmur Abadi akan membangun fasilitas sport center dan restoran di kawasan KIPP 1C, berdekatan dengan kompleks SMA Taruna Nusantara dan Universitas Gunadarma. Proyek ini berdiri di atas lahan sekitar 16.387 meter persegi dengan estimasi investasi Rp50 miliar dan dijadwalkan mulai dibangun pada triwulan IV 2026.

Direktur PT Biru Makmur Abadi, Abdul Rohman, menilai IKN sebagai peluang investasi jangka panjang yang strategis.

“Kami melihat IKN sebagai peluang investasi jangka panjang. Konsep kota cerdas dan hijau yang diusung pemerintah sangat relevan dengan tren global,” ujarnya.

Selain nilai investasi, kerja sama ini juga mencatat kontribusi bagi negara yang akan dibayarkan investor sebesar Rp3,92 miliar.

Penandatanganan ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap IKN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus menegaskan komitmen Otorita IKN dalam menghadirkan pembangunan kota yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....