Otorita IKN Edukasi 600 Pelajar Cegah Stunting dan Jaga Kesehatan Reproduksi

  • 30 Apr 2026 18:19 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Nusantara – Otorita Ibu Kota Nusantara bersama Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur dan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur mengedukasi ratusan pelajar di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) tentang pencegahan stunting dan kesehatan reproduksi sejak dini.

Kegiatan sosialisasi digelar pada 28–30 April 2026 di lima sekolah wilayah delineasi IKN, yakni SMP Muhammadiyah 1 Penajam Paser Utara, SMKN 1 PPU, SMPN 27 PPU, SMAN 3 PPU, dan SMPN 2 PPU, dengan melibatkan sekitar 600 siswa. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman remaja sekaligus mendorong mereka menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.

Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, menegaskan edukasi kesehatan menjadi bagian penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Remaja perlu dibekali pengetahuan tentang stunting dan kesehatan reproduksi. Kualitas generasi bangsa sangat ditentukan oleh bagaimana generasi muda hari ini memahami dan mempersiapkan masa depannya, termasuk dalam membentuk keluarga yang sehat dan berkualitas,” ujarnya di Nusantara, Kamis 30 April 2026.

Ia menambahkan, Otorita IKN terus menyiapkan program pengembangan SDM berbasis soft skills bagi pelajar. Pendekatan ini diharapkan memberi kompetensi tambahan dan sertifikasi sesuai minat serta bakat siswa saat lulus.

“Otorita IKN tengah membangun sistem pendidikan yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga penguatan keterampilan. IKN ke depan akan menjadi kota pendidikan dengan ekosistem pembelajaran terintegrasi, termasuk penyediaan beasiswa untuk mendukung talenta muda di bidang seperti arsitektur dan teknik sipil,” katanya.

Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN, Suwito, menambahkan pihaknya telah menjalankan program komprehensif untuk percepatan penurunan stunting di wilayah IKN.

“Dalam rangka percepatan penurunan stunting di wilayah IKN, kami telah melakukan intervensi komprehensif, yaitu penyuluhan dan pemberian makanan tinggi protein bagi keluarga berisiko stunting dan ibu hamil, pendampingan langsung ke rumah tangga keluarga berisiko stunting, serta penyuluhan dan pemberian tablet Fe atau zat besi bagi calon pengantin dan remaja sekolah untuk mencegah anemia,” ucapnya.

Suwito juga menekankan pentingnya pemahaman kesehatan reproduksi bagi generasi muda dalam mendukung pembangunan jangka panjang IKN.

“Pembangunan IKN hingga 40 tahun ke depan akan diisi generasi muda saat ini, dan 100 tahun ke depan oleh generasi berikutnya. Karena itu, pengetahuan kesehatan reproduksi bagi siswa SMP dan SMA sangat penting untuk mempersiapkan generasi yang handal di masa depan,” katanya.

Wakil Kepala SMPN 2 PPU, Sahram, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut dan berharap memberi dampak positif bagi siswa.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Otorita IKN atas kegiatan ini. Kami berharap siswa dapat memanfaatkan momentum ini sebagai bagian dari perjalanan menuju masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Sejumlah siswa mengaku mendapatkan pemahaman baru dari kegiatan tersebut.

“Sosialisasinya seru dan menambah pengetahuan baru. Kami jadi tahu apa itu stunting dan cara mencegahnya,” kata Nur Ayatul Husna, siswa SMAN 3 PPU.

“Banyak hal yang sebelumnya tidak kami ketahui. Saya belajar bahwa kesehatan reproduksi itu harus dijaga,” ujar Erik, siswa SMAN 3 PPU.

Melalui kegiatan ini, Otorita IKN menegaskan komitmennya dalam membangun fondasi sosial yang kuat melalui peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan generasi muda sebagai pilar utama mewujudkan Nusantara sebagai kota dunia untuk semua.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....