Muslimat NU dan Tokoh Perempuan Nasional Dukung Pembangunan IKN

  • 13 Mei 2025 03:12 WIB
  •  Sendawar

KBRN, Nusantara : Dukungan terhadap pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak hanya datang dari kalangan teknokrat dan politisi, tetapi juga dari barisan perempuan tangguh yang telah lama menjadi pilar perubahan sosial di Indonesia.

Salah satunya berasal dari pengurus ormas keagamaan terbesar di tanah air, yakni Muslimat Nahdlatul Ulama (NU). Dalam kunjungan ke kawasan IKN di Kabupaten Penajam Paser Utara, Senin (12/5/2025), dua tokoh perempuan nasional, Khofifah Indar Parawansa dan Arifatul Choiri Fauzi, menyuarakan komitmen penuh Muslimat NU terhadap pembangunan ibu kota masa depan bangsa.

BACA JUGA:

Menteri PPPA dan Gubernur Jatim Kunjungi IKN

Khofifah, yang menjabat Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU sekaligus Gubernur Jawa Timur, hadir bersama Menteri PPPA RI Arifatul Choiri, yang juga Ketua Pengurus Harian PP Muslimat NU. Keduanya menegaskan bahwa perempuan Indonesia siap ambil bagian dalam pembangunan nasional.

Mereka bukan hanya sebagai pendukung, tetapi juga sebagai pelaku perubahan. Arifatul Choiri mengatakan, pembangunan IKN harus dilihat bukan hanya sebagai proyek infrastruktur, tetapi juga sebagai upaya membentuk peradaban baru yang inklusif dan setara.

“Di sinilah peran perempuan menjadi sangat strategis,” ujar Arifatul dalam sambutannya.

BACA JUGA:

Saat Rasa Ingin Tahu Menarik Ribuan Orang ke IKN

Kunjungan tersebut juga diikuti oleh para tokoh perempuan Muslimat NU dari berbagai wilayah dan luar negeri. Termasuk istri Menteri Agama RI Emi Nasaruddin Umar, dan istri sejumlah Menteri lainnya. Seperti istri Menteri Sosial RI, Fatma Saifullah Yusuf, serta istri Menteri Agraria dan Tata Ruang, Dilly Nusron Wahid.

Hadir pula perwakilan Muslimat NU dari Aceh, Papua, hingga Malaysia, menandakan kuatnya jejaring solidaritas perempuan dalam mendukung transformasi bangsa.

Di tengah peninjauan kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP), Khofifah menyampaikan bahwa nilai-nilai kebangsaan yang dibangun dalam IKN perlu ditopang dengan semangat gotong royong dan persatuan yang telah menjadi napas perjuangan Muslimat NU selama ini.

“Muslimat NU adalah kekuatan akar rumput yang telah terbukti menjadi pelindung nilai kebangsaan. Maka kehadiran kami di IKN ini adalah bagian dari upaya menghadirkan nilai-nilai kebersamaan dalam wajah baru Indonesia,” ujarnya.

BACA JUGA:

IKN Dapat Suntikan Dana Rp132 Triliun dari KPBU

Selain meninjau progres pembangunan, rombongan juga melakukan penanaman Pohon Maja di Plaza Bhinneka Tunggal Ika, sebagai simbol keterikatan sejarah Jawa Timur, khususnya Kerajaan Majapahit dengan semangat Nusantara.

Langkah ini menunjukkan bahwa pembangunan IKN tidak hanya dibangun dengan beton dan besi, tetapi juga ditopang oleh semangat kebudayaan, solidaritas, dan keberpihakan pada nilai-nilai kemanusiaan.

“Karena sesungguhnya terminologi Bhinneka Tunggal Ika dan Nusantara itu terlahir dari Kerajaan Majapahit, sebagai salah satu kerjaan terbesar di Indonesia”, kata Khofifah.

Dengan hadirnya para tokoh perempuan di jantung proyek strategis nasional ini, diharapkan memberi pesan penting bahwa masa depan IKN adalah masa depan yang menjunjung tinggi peran perempuan, keadilan sosial, dan kekuatan komunitas akar rumput.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....