Menteri PPPA dan Gubernur Jatim Kunjungi IKN

  • 13 Mei 2025 02:05 WIB
  •  Sendawar

KBRN, Nusantara : Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifatul Choiri Fauzi, bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengunjungi Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Senin (12/5/2025).

Rombongan tiba di kawasan IKN sekitar pukul 10.30 WITA dan didampingi Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, serta Ketua TP PKK Kaltim, Hj. Sarifah Suraidah.

Kunjungan ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh Muslimat NU, termasuk Ketua PCI Muslimat NU Malaysia Mimin Mintarsih, Ketua PW Muslimat NU Papua Al Marotus Solekha, Ketua PW Muslimat NU Aceh Zahra Syahrani.

Selain itu ada istri Menteri Sosial RI, Fatma Saifullah Yusuf, Istri Menteri Agama RI Emi Nasaruddin Umar, serta istri Menteri Agraria dan Tata Ruang, Dilly Nusron Wahid.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, bersama jajarannya menerima kunjungan tersebut dan memaparkan perkembangan pembangunan IKN. Usai paparan, rombongan mengunjungi kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP), termasuk Istana Negara.

Basuki menyebut kehadiran Menteri PPPA dan rombongan sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pembangunan IKN.

“Ibu Menteri dan rombongan adalah tamu spesial bagi kami. Ini adalah bentuk dukungan nyata dari berbagai pihak terhadap pembangunan ibu kota negara sebagai kota masa depan Indonesia,” ujar Basuki.

BACA JUGA:

Saat Rasa Ingin Tahu Menarik Ribuan Orang ke IKN

Menteri PPPA, Arifatul Choiri Fauzi, mengaku terkesan dengan pembangunan IKN yang dinilainya sangat ramah terhadap perempuan, anak, dan penyandang disabilitas.

“Semua fasilitas di IKN sangat mendukung inklusivitas dan ibu kota hijau. Kami sangat mengapresiasi perhatian terhadap semua aspek dalam pembangunan ini,” tuturnya.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga melakukan penanaman pohon di Plaza Bhinneka Tunggal Ika, dengan pohon maja sebagai tanaman utama. Pohon ini dipilih karena melambangkan kejayaan Kerajaan Majapahit, yaitu kerajaan besar yang merepresentasikan kejayaan peradaban Nusantara yang menjadi asal dari istilah “Bhinneka Tunggal Ika” dan “Nusantara”.

“Karena sesungguhnya terminologi Bhinneka Tunggal Ika dan Nusantara itu terlahir dari Kerajaan Majapahit,” kata Khofifah.

Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa penanaman pohon maja mencerminkan semangat kebangsaan dan gotong royong.

“Penanaman ini bukan hanya simbolis, tetapi membawa semangat kenusantaraan. Semangat Majapahit masih sangat relevan dalam membangun masa depan bangsa,” tegasnya.

Sebanyak delapan pohon maja ditanam sebagai simbol sinergi Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara yang menghubungkan wilayah barat dan timur Indonesia.

Khofifah menambahkan bahwa keterlibatan Jawa Timur dalam pembangunan IKN bukan hanya sebagai mitra, tapi sebagai bagian penting dari ekosistem pembangunan nasional.

BACA JUGA:

IKN Dapat Suntikan Dana Rp132 Triliun dari KPBU

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, turut menanam pohon kayu ulin, tanaman khas Kalimantan yang dikenal kuat dan langka. Ia menyampaikan optimisme bahwa perpindahan IKN bisa dilakukan selambat-lambatnya tahun 2028.

“Kalau ibu kotanya di Kalimantan Timur, maka gerbang barunya ada di Jawa Timur. Kita jaga kebersamaan dan IKN, Insyaallah akan beroperasi selambat-lambatnya tahun 2028,” ujarnya.

Kegiatan ini juga menunjukkan dukungan dari organisasi keagamaan dan tokoh perempuan nasional terhadap pembangunan IKN, serta menandai pentingnya peran gender dan kolaborasi lintas daerah dalam pembangunan nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....