Gubernur Kaltim Soroti Warga Masih Berobat ke Malaysia

  • 01 Sep 2026 07:05 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Nusantara – Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menyoroti masih adanya masyarakat Indonesia yang memilih berobat ke luar negeri, khususnya Malaysia. Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan bagi pemerintah untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan dalam negeri.

Rudy mengatakan, Malaysia masih menjadi salah satu tujuan masyarakat Indonesia untuk mendapatkan layanan kesehatan. Menurutnya, kondisi ini harus menjadi bahan evaluasi untuk membangun sistem kesehatan yang lebih berkualitas dan dipercaya masyarakat.

“Saya melihat mohon maaf dokter, hari ini Malaysia menjadi rujukan. Rujukan masyarakat kita,” kata Rudy saat menghadiri pelantikan Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Kalimantan Timur di Ibu Kota Nusantara, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Rudy menilai peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan nasional menjadi hal penting. Menurutnya, dokter Indonesia memiliki kemampuan yang baik, tetapi masih diperlukan pembenahan dalam sistem manajemen dan pelayanan kesehatan.

“Kami sangat berharap dokter di IDI beserta dokter yang baru saja terpilih, untuk Kalimantan Timur bisa memberikan masukan, perujukan, inovasi gagasan kepada pemerintah. Baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah,” ujarnya.

Rudy mengatakan Kalimantan Timur memiliki posisi strategis dalam pengembangan layanan kesehatan karena rumah sakit di daerah ini juga menjadi rujukan bagi masyarakat dari sejumlah wilayah lain.

Ia menyebut pasien dari Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan hingga Sulawesi turut mendapatkan layanan kesehatan di Kaltim.

Karena itu, Rudy mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia, penguatan fasilitas serta perluasan akses pelayanan kesehatan agar masyarakat mendapatkan layanan yang semakin berkualitas.

“Kami membutuhkan sistem kesehatan yang mampu menjawab tantangan pembangunan melalui peningkatan kompetensi SDM. Penguatan fasilitas, perluasan akses pelayanan, karena transformasi kesehatan ini harus diarahkan pada pemerataan layanan bagi seluruh masyarakat Kalimantan Timur,” ucapnya.

Rudy juga berharap pembangunan Ibu Kota Nusantara dapat menjadi momentum untuk memperkuat sistem kesehatan di Kaltim. Rumah sakit di IKN diharapkan dapat terintegrasi dengan fasilitas kesehatan lainnya dan berkembang menjadi salah satu pusat rujukan nasional.

Menurutnya, fasilitas kesehatan di Kaltim tidak boleh hanya berstandar daerah, tetapi harus mampu memberikan pelayanan dengan skala nasional hingga internasional.

“Kami tidak ingin kelasnya cuma kelas daerah saja. Kalau bisa berikan kami yang skalanya adalah skalanya nasional, bertarafnya internasional,” katanya.

Rudy berharap penguatan fasilitas, tenaga medis dan sistem pelayanan kesehatan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat sehingga ketergantungan terhadap layanan kesehatan di luar negeri semakin berkurang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....