Kaltim Targetkan Kemandirian Dokter Spesialis Lima Tahun ke Depan
- 30 Agt 2026 13:26 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Nusantara – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menargetkan daerah semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan dokter spesialis dalam lima tahun ke depan. Upaya tersebut dilakukan dengan memperkuat pendidikan dokter, dokter spesialis, dan subspesialis bagi putra-putri daerah.
Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud mengatakan pemerintah memberikan dukungan pendidikan bagi masyarakat Kaltim yang ingin melanjutkan pendidikan di bidang kedokteran.
Menurut Rudy, Pemprov Kaltim memberikan kesempatan pendidikan mulai jenjang S1 hingga S3, termasuk pendidikan dokter, dokter spesialis, dan subspesialis.
“Kami memiliki program Gratispol pendidikan, pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memberikan kesempatan pendidikan penuh. Dari jenjang S1 sampai dengan S3. Termasuk pendidikan dokter dan dokter spesialis bagi putra-putri daerah,” kata Rudy saat menghadiri pelantikan Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Kalimantan Timur masa bakti 2025-2028 di Ibu Kota Nusantara, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Rudy mengatakan dukungan tersebut menjadi investasi jangka panjang untuk meningkatkan jumlah tenaga medis yang berasal dari Kalimantan Timur. Pemerintah juga memberikan bantuan keuangan pendidikan yang disebut mencapai sekitar Rp30 juta setiap semester.
Menurut Rudy, langkah tersebut diperlukan karena Kaltim masih menghadapi keterbatasan dokter spesialis, sementara kebutuhan pelayanan kesehatan terus meningkat.
Ia menilai ketergantungan terhadap tenaga medis dari luar daerah perlu dikurangi dengan mencetak lebih banyak dokter spesialis asal Kaltim.
“Dalam lima tahun ke depan, kami menargetkan Kaltim semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan dokter spesialis,” ujar Rudy.
Rudy mengatakan pemenuhan dokter spesialis juga membutuhkan dukungan regulasi dan insentif yang tepat. Proses pendidikan dokter hingga menjadi spesialis membutuhkan waktu panjang sehingga pemerintah harus menyiapkannya secara berkelanjutan.
Selain penguatan sumber daya manusia, Pemprov Kaltim juga menyiapkan pembangunan fasilitas kesehatan yang membutuhkan dukungan tenaga spesialis. Salah satunya rumah sakit baru dengan tipe B yang diproyeksikan membutuhkan sedikitnya 50 dokter spesialis.
Pemerintah berharap program pendidikan tersebut dapat memperkuat ketersediaan dan pemerataan dokter spesialis di Kaltim. Dengan semakin banyak tenaga medis yang berasal dari daerah sendiri, pelayanan kesehatan diharapkan dapat menjangkau masyarakat secara lebih merata.
Rudy juga mengajak Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Kalimantan Timur ikut mendukung program tersebut, terutama melalui peningkatan kompetensi, pemberian masukan kebijakan, dan penguatan sinergi dengan pemerintah.
Upaya mencetak dokter spesialis asal Kaltim diharapkan menjadi investasi jangka panjang untuk membangun sistem kesehatan yang lebih mandiri sekaligus mengurangi kesenjangan pelayanan antarwilayah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....