Pengurus IDI Kaltim Periode 2025-2028 Resmi Dilantik di IKN

  • 30 Agt 2026 09:19 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Nusantara – Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Kalimantan Timur masa bakti 2025-2028 resmi dilantik di Ibu Kota Nusantara (IKN), Sabtu, 29 Agustus 2026. Pelantikan ini menandai dimulainya kepengurusan baru IDI Kaltim untuk memperkuat peran organisasi profesi dalam pembangunan kesehatan di daerah.

Ketua Umum Pengurus Besar IDI Dr. dr. Slamet Budiarto, memimpin langsung pembacaan naskah pelantikan dan pengambilan janji pengurus.

Dokter Mansyah HM, dipercaya memimpin IDI Wilayah Kalimantan Timur periode 2025-2028. Mansyah menggantikan kepengurusan IDI Kaltim masa bakti 2022-2025 yang sebelumnya dipimpin Dr. Hj. Padilah Mante Runa.

“Dengan ini, secara resmi saya lantik saudara-saudari sebagai Pengurus Ikatan Dokter Indonesia Wilayah Kalimantan Timur Periode Tahun 2025-2028. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa melindungi serta melimpahkan rahmat, taufik dan hidayah-Nya kepada saudara dalam melaksanakan tugas,” ucap dr. Slamet Budiarto saat melakukan pengambilan sumpah dan pelantikan yang digelar di Gedung Kemenko 1 KIPP IKN.

Dalam kepengurusan baru tersebut, Mansyah didampingi empat wakil ketua, yakni dr. Cisca H. Nelwan, dr. HM Arman Amar, dr. H. Muhammad Sadik Sahil, serta dr. Fajar Rudi Qimindra.

Sementara posisi sekretaris dipercayakan kepada dr. Ronny Setiawati. Ia didampingi tiga wakil sekretaris, yakni dr. Listyono Wahid Rhomadani, dr. Dina Lailani, dan dr. Taufiqurrahman.

Untuk bidang keuangan, IDI Kaltim menunjuk dr. Ahmad Hadiwijaya, sebagai bendahara dan dr. Lanny Setiawati sebagai wakil bendahara.

Dalam prosesi pelantikan, seluruh pengurus mengucapkan janji untuk menjalankan tugas sesuai kewenangan dan tanggung jawab organisasi. Pengurus juga berkomitmen memenuhi ketentuan AD/ART, menjunjung tinggi sumpah dokter, serta memegang teguh kode etik kedokteran Indonesia.

Ketua IDI Kaltim dr. Mansyah mengatakan kepengurusan periode 2025-2028 menghadapi tantangan besar, terutama dinamika regulasi dan perkembangan profesi kedokteran. Karena itu, IDI Kaltim akan memperkuat kompetensi, moralitas, perlindungan profesi, serta penegakan etika medis.

“Saat ini banyak hal di tingkat internal yang harus segera kita selesaikan dan selaraskan terutama dengan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah Republik Indonesia. Harmonisasi kebijakan dari pusat, wilayah hingga cabang-cabang adalah kunci utama agar pelindungan profesi, peningkatan kompetensi, serta penegakan etika medis berjalan selaras dan kokoh,” katanya.

Dokter asal Kabupaten Paser itu juga mengajak seluruh pengurus dan anggota IDI di Kalimantan Timur memperkuat sinergi. Ia menetapkan semangat “Kaltim Solid” sebagai salah satu pijakan dalam menjalankan organisasi selama masa kepengurusan.

Menurut Mansyah, IDI Kaltim juga akan membantu Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam menjalankan visi dan misi pembangunan kesehatan.

Pelantikan tersebut juga mendapat dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menilai IDI merupakan mitra strategis pemerintah dalam membangun sistem kesehatan yang kuat.

“Mari kita wujudkan Kaltim yang sehat, masyarakat yang terlindungi, dan generasi emas yang tumbuh dengan kualitas sehat yang lebih baik,” ujarnya.

Rudy meminta dokter tidak hanya menjalankan tugas sebagai tenaga medis, tetapi juga ikut memberikan masukan dalam penyusunan regulasi dan kebijakan kesehatan. Ia bahkan mendorong IDI menghadirkan perwakilan dokter dalam lembaga legislatif agar kepentingan sektor kesehatan dapat lebih kuat diperjuangkan.

Gubernur juga menyoroti kebutuhan dokter dan dokter spesialis di Kalimantan Timur. Menurutnya, proses pendidikan dokter membutuhkan waktu panjang sehingga pemerintah perlu menyiapkan regulasi, insentif, serta dukungan pendidikan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan.

Pemerintah Provinsi Kaltim saat ini juga memberikan dukungan pendidikan bagi putra-putri daerah yang ingin menempuh pendidikan dokter, dokter spesialis, hingga subspesialis. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemandirian Kaltim dalam memenuhi kebutuhan dokter spesialis dalam beberapa tahun ke depan.

Sementara itu, Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat OIKN Alimuddin mengatakan IKN memiliki peluang untuk mengembangkan model pelayanan kesehatan yang lebih inovatif. OIKN menargetkan layanan kesehatan di IKN dapat berjalan secara paripurna sesuai arah pembangunan IKN.

Alimuddin juga meminta IDI ikut memberikan masukan dalam merumuskan kebijakan kesehatan di IKN. Menurutnya, kewenangan khusus yang dimiliki IKN dapat menjadi ruang untuk mengembangkan kebijakan dan tata kelola kesehatan yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“IKN itu adalah kota dunia untuk semua. Artinya, seluruh tahapan-tahapan kita akan menuju ke sana, termasuk layanan kesehatan. Salah satunya yang ingin kita capai adalah bagaimana layanan kesehatan di IKN menjadi paripurna,” ucap Alimuddin.

Alimuddin berharap IDI Kaltim mampu menjalankan amanah secara solid, profesional, dan responsif sekaligus memperkuat kontribusi dokter dalam pembangunan kesehatan di Kalimantan Timur dan Ibu Kota Nusantara.

Pelantikan IDI Kaltim di IKN sekaligus menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara organisasi profesi, pemerintah daerah, dan OIKN dalam menghadirkan layanan kesehatan yang merata, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....