Direktur RSUD HIS Akui Sempat Rugi Miliaran akibat Kelebihan Jaspel Medis
- 18 Apr 2026 01:00 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar – RSUD Harapan Insan Sendawar (HIS) berhasil keluar dari tekanan kerugian miliaran rupiah per bulan, namun kini menghadapi persoalan baru berupa tunggakan jasa pelayanan (jaspel) tenaga medis, termasuk dokter, yang belum dibayarkan hingga delapan bulan.
Kondisi ini terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Kutai Barat pada 14 April 2026, yang dipimpin Ketua Komisi III DPRD, Oktavianus Jack.
Direktur RSUD HIS, dr. I Nyoman Sumahardika, menjelaskan bahwa sebelumnya rumah sakit mengalami kerugian besar akibat sistem pembagian jaspel yang tidak sesuai dengan pendapatan riil.
“Dulu rumah sakit merugi hampir 2 sampai Rp3 miliar setiap bulan. Ini karena pembagian jasa pelayanan tidak sesuai dengan klaim BPJS,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, pada masa lalu pembagian jaspel mengacu pada perhitungan dalam Peraturan Daerah, bukan berdasarkan nilai klaim yang dibayarkan BPJS. Akibatnya, terjadi selisih signifikan yang membebani keuangan rumah sakit.
“Misalnya biaya operasi Rp10 juta, tapi klaim BPJS hanya Rp5 juta. Namun yang dibagi tetap Rp10 juta. Itu yang membuat rumah sakit tekor bertahun-tahun,” katanya.
Untuk mengatasi hal tersebut, manajemen RSUD HIS melakukan penyesuaian dengan mengembalikan pembagian jaspel sesuai regulasi, yakni 40 persen untuk jasa pelayanan dan 60 persen untuk operasional rumah sakit berdasarkan nilai klaim riil.
Namun, perbaikan sistem tersebut justru berdampak pada keterlambatan pembayaran jaspel. Saat ini, pembayaran jaspel BPJS baru terealisasi hingga September 2025, sementara Oktober 2025 dijadwalkan dibayarkan dalam waktu dekat.
Sementara itu, jaspel dari pasien umum terakhir dibayarkan pada Oktober 2025, dan untuk tahun 2026 belum terealisasi.
“Masalahnya bukan karena tidak ada uang, tapi proses pembagiannya yang kompleks dan harus melalui beberapa tahapan verifikasi,” katanya.
Ia menyebutkan, proses pembagian jaspel saat ini masih dilakukan secara manual dengan beberapa kali verifikasi, sehingga memerlukan waktu panjang.
Untuk mempercepat proses, RSUD HIS mulai menerapkan sistem digital melalui aplikasi Transmedic yang terintegrasi dalam Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS).
“Minggu ini sistem sudah selesai. Ke depan, dokter cukup input tindakan, dan nilai jaspel bisa langsung terlihat tanpa proses manual,” ucapnya.
Direktur RSUD HIS juga menyoroti pentingnya komunikasi antara manajemen dan tenaga medis melalui tim dan komite remunerasi.
“Permasalahan ini sebenarnya lebih banyak karena komunikasi. Kami minta semua pihak terbuka agar tidak terjadi kesalahpahaman,” katanya.
Selain itu, persoalan kesejahteraan tenaga medis juga menjadi perhatian, terutama dengan adanya rekrutmen dokter spesialis baru yang berpotensi memiliki penghasilan lebih tinggi dibanding dokter lama.
“Sebentar lagi ada dokter dari program gratis pol, kemungkinan lebih besar TPP dan jasa pelayannya. Nah dokter yang sudah lama mengabdi tentu menuntut kesetaraan. Ini yang harus kita cari solusinya bersama,” ucapnya.
DPRD Kutai Barat melalui Komisi III mendorong manajemen RSUD HIS segera menyelesaikan tunggakan jaspel serta memperbaiki tata kelola keuangan dan sistem pelayanan.
Manajemen RSUD HIS memastikan, dengan penerapan sistem baru, pembayaran jaspel ke depan akan lebih cepat, transparan, dan adil bagi seluruh tenaga kesehatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....