RSUD HIS Bantah Tahan Pasien dan Tuduhan Penggelembungan Biaya

  • 27 Feb 2026 20:25 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar - Manajemen RSUD Harapan Insan Sendawar (HIS) meluruskan pemberitaan yang menyebut pihak rumah sakit menahan seorang ibu yang bayinya meninggal dunia hingga seharian serta membebankan biaya tambahan di luar perawatan.

Direktur RSUD HIS, dr. I Nyoman Sumahardika, menegaskan tidak pernah ada kebijakan maupun tindakan menahan pasien.

“Itu yang menjadi masalah bagi kami karena menurut kami, tidak ada yang menahan ibu tersebut selama seharian, tidak boleh pulang,” kata dr. Nyoman, Jumat, 27 Februari 2026.

Menurutnya, ibu tersebut sebenarnya sudah diperbolehkan pulang setelah dokter kandungan menyelesaikan visit siang hari. Sekitar pukul 14.00 WITA, pasien diminta menyelesaikan administrasi sebelum kepulangan.

Proses administrasi berlangsung hingga sekitar pukul 19.00 WITA. Pihak rumah sakit menunggu mekanisme pembayaran dari perusahaan tempat pasien bekerja, karena pasien harus terlebih dahulu menghubungi pihak perusahaan.

“Itu bukan kami yang menahan, tetapi ibu tersebut harus mengontak pihak perusahaan tempat dia bekerja untuk menyelesaikan proses administrasi,” ucapnya.

Ia menambahkan, jarak perusahaan dari Siluq Ngurai menuju RSUD HIS turut menjadi faktor lamanya proses pembayaran. Setelah administrasi diselesaikan, pasien langsung pulang bersama perwakilan perusahaan.

Tidak ada Biaya Tambahan Bagi Pasien

dr. Nyoman menjelaskan, biaya yang dibebankan merupakan biaya persalinan ibu. Administrasi perawatan ibu dan bayi memang terpisah karena berada di ruangan berbeda dengan sistem administrasi yang berbeda pula.

“Biayanya itu adalah biaya perawatan melahirkannya si ibu. Ibu dengan bayi ini kan beda ruangan, otomatis beda admin, ya beda anggaran seperti itu,” ujarnya.

Terkait penanganan medis, RSUD HIS memastikan prosedur telah dilakukan sesuai standar. Berdasarkan hasil pemeriksaan, posisi bayi dalam kondisi sungsang sehingga pasien segera dibawa ke ruang persalinan untuk penanganan cepat.

Bayi lahir dengan berat 1,5 kilogram dan mengalami asfiksia berat atau kekurangan oksigen. Tim medis memberikan penanganan intensif menggunakan ventilator di ruang NICU. Namun, bayi meninggal pada 24 Februari pukul 08.20 WITA.

Setelah dinyatakan meninggal, bayi diobservasi kurang lebih dua jam sebelum dipindahkan ke ruang jenazah dan dinyatakan dapat dibawa pulang.

Pihak rumah sakit memastikan tidak pernah memperlambat maupun melarang kepulangan pasien serta menerapkan biaya tambahan dalam kasus tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....