Gubernur Kaltim Harap Inovasi Teknologi Tepat Guna Jangan Sekadar Pameran

  • 21 Jul 2026 15:25 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar – Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud meminta Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) XII Tingkat Provinsi Kaltim tidak sekadar menjadi ajang pameran. Ia menegaskan, para inovator harus menciptakan teknologi yang benar-benar bisa digunakan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan dan membuka peluang usaha baru.

Pesan tersebut disampaikan Gubernur dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim, Siti Sugiyanti, pada acara pembukaan di Taman Budaya Sendawar, Kabupaten Kutai Barat, Selasa 21 Juli 2026.

"Teknologi tepat guna tidak boleh berhenti sebagai karya yang dipamerkan. Inovasi harus diproduksi, dikembangkan, dan dimanfaatkan secara luas agar memiliki nilai ekonomi," kata Siti saat menyampaikan arahan Gubernur.

Siti menjelaskan, esensi TTG adalah menghadirkan teknologi yang sederhana, terjangkau, dan sesuai kebutuhan lokal. Menurutnya, penerapan teknologi ini dapat memberi nilai tambah pada sektor pertanian, perikanan, peternakan, hingga UMKM, sekaligus menjadi solusi atas tantangan pembangunan daerah.

Oleh karena itu, ia mengajak pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat untuk memperkuat kolaborasi selama ajang TTG XII berlangsung.

Senada dengan hal tersebut, Bupati Kutai Barat Frederick Edwin menilai Gelar TTG berperan penting dalam mendorong ekonomi berbasis potensi daerah. Ia menekankan bahwa kreativitas para inovator menjadi kunci utama percepatan pembangunan dan peningkatan daya saing Kalimantan Timur.

"Inovasi harus mampu mendukung sektor pertanian, perkebunan, perikanan, hingga UMKM agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," ucap Edwin.

Gelar TTG XII Kaltim tahun 2026 ini menghadirkan 22 inovator dari sembilan kabupaten dan kota. Selain pameran teknologi, perhelatan ini memuat agenda lomba inovasi, promosi produk unggulan daerah, serta penguatan kerja sama antardaerah.

Sejumlah karya yang dipamerkan diantaranya alat pencacah daun dan sampah hingga menghasilkan produk bernilai ekonomi. Selain itu limbah plastik didaur ulang menjadi paving blok dan alas lantai.

Bahkan salah satu peserta asal wilayah pedalaman Kabupaten Mahakam Ulu berhasil memodifikasi alat untuk mencacah umbut pisang menjadi makanan dan kripik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....