Pemprov Kaltim Optimalkan Pos Pelayanan Teknologi untuk Dorong Inovasi TTG

  • 21 Jul 2026 14:45 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mendorong desa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi melalui pemanfaatan Teknologi Tepat Guna (TTG) dan penguatan Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek). Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas masyarakat, memperkuat usaha ekonomi desa, serta melahirkan inovasi yang memberi nilai tambah bagi potensi lokal.

Hal itu disampaikan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud dalam sambutan yang dibacakan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Provinsi Kalimantan Timur, Siti Sugiyanti, pada pembukaan Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) XII Tingkat Provinsi Kalimantan Timur di Taman Budaya Sendawar, Kabupaten Kutai Barat, Selasa 21 Juli 2026.

Siti mengatakan pembangunan desa saat ini tidak lagi hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Menurutnya, desa harus mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dengan memanfaatkan potensi lokal yang didukung inovasi dan teknologi.

Menurutnya, Teknologi Tepat Guna memiliki peran strategis karena mampu menghadirkan solusi yang sederhana, mudah diterapkan, sesuai kebutuhan masyarakat, serta memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan.

"Penerapan teknologi yang tepat dapat meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, kerajinan, maupun usaha mikro sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi desa," ujarnya.

Siti menambahkan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus melakukan pembinaan pengembangan TTG melalui monitoring, evaluasi, serta pemberian penghargaan kepada pelaku Teknologi Tepat Guna dan Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) di berbagai daerah.

Ia menilai, Posyantek memiliki peran penting sebagai pusat pelayanan teknologi di tingkat desa dan kelurahan. Selain menjadi tempat penyebarluasan informasi teknologi, Posyantek diharapkan berkembang menjadi pusat konsultasi, pendampingan masyarakat, ruang lahirnya inovasi, serta penghubung antara hasil karya inovator dengan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.

Siti berharap setiap Posyantek memiliki program kerja yang berkelanjutan serta mampu memfasilitasi pengembangan dan pemasaran hasil inovasi agar memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Siti menegaskan karya-karya inovasi yang lahir melalui Gelar TTG tidak boleh berhenti sebagai produk pameran atau lomba. Inovasi harus diterapkan, diproduksi secara berkelanjutan, dan dikembangkan menjadi produk unggulan yang memiliki nilai ekonomi serta mampu membuka peluang usaha baru.

Pemprov Kaltim juga mengajak pemerintah daerah, inovator, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

"Kami berharap karya-karya terbaik dari Kalimantan Timur mampu bersaing di tingkat nasional, bahkan menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mengembangkan teknologi yang berpihak kepada kebutuhan masyarakat," katanya.

Gelar Teknologi Tepat Guna XII Tingkat Provinsi Kalimantan Timur tahun 2026 di Kabupaten Kutai Barat diikuti delegasi dari sembilan kabupaten dan kota serta menghadirkan 22 inovator.

Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini menjadi wadah berbagi pengalaman, memperluas jejaring, dan mendorong lahirnya inovasi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat pembangunan desa di Kalimantan Timur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....