Warga Pepas Eheng Usulkan Pembangunan SMK Perkebunan ke DPRD Kaltim

  • 10 Apr 2026 21:49 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar – Warga Kampung Pepas Eheng, Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat, kembali mengusulkan pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berbasis perkebunan, kepada DPRD Provinsi Kalimantan Timur.

Usulan itu disampaikan dalam kegiatan reses Anggota DPRD Kaltim, Yonavia, pada 8 April 2026 dalam forum “Besempekat”.

Warga menilai keberadaan SMK perkebunan sangat dibutuhkan untuk mendukung potensi daerah sekaligus membuka akses pendidikan yang lebih relevan dengan kondisi lokal.

“Kami mohon kalau bisa ibu Yonavia bisa memperjuangkan lagi pembangunan sekolah SMA atau SMK Perkebunan melalui DPRD provinsi. Karena kami punya potensi perkebunan tapi belum ada sekolah yang mendukung,” kata Eni, warga Eheng dalam pertemuan tersebut.

Menanggapi hal itu, Yonavia mengatakan usulan pembangunan sekolah kejuruan tersebut perlu diajukan kembali secara resmi kepada pemerintah provinsi. Lantaran sebelumnya masyarakat sempat mengusulkan pembangunan SMA umum, namun kini berkembang menjadi usulan SMK berbasis perkebunan.

“Kalau ada usulan baru seperti SMK perkebunan, tentu harus diajukan kembali melalui proposal agar bisa diproses. Karena dulu kan yang diusulkan itu SMA,” ujarnya.

Anggota DPRD Provini Kaltim, Yonavia menggelar dialog dalam reses “Besempekat” dalam rangka Tindak Lanjut Hasil Serap Aspirasi Masyarakat di Daerah Pemilihan Tahun 2026, di kampung Eheng kecamatan Barong Tongkok, Kutai Barat, Rabu 8 April 2026. Foto: RRI Sendawar/Andreas.

Ia juga menyambut baik adanya informasi bahwa masyarakat telah menyiapkan lahan yang siap dihibahkan untuk mendukung pembangunan tersebut. Kesiapan lahan itu menjadi salah satu syarat penting dalam pengajuan pembangunan sekolah baru.

Hanya saja Yonavia mengaku, usulan itu perlu dikaji mendalam karena sekolah kejuruan kini sudah ada di daerah terdekat seperti Barong Tongkok dan Linggang Bigung.

“Karena kalau SMK sudah ada SMK 2 di Barong, SMA ada di Simpang Raya. Makanya ini perlu dikaji lagi karena jaraknya terlalu dekat. Tapi karena mereka minta SMA perkebunan, itu berarti mereka harus masuk lagi permohonannya melalui proposal, supaya kami perjuangkan di Provinsi,” ucap wakil rakyat asal Kutai Barat tersebut.

Menurutnya, keberadaan SMK perkebunan di Eheng nantinya dapat menjangkau pelajar dari kampung sekitar seperti Sembuan dan Sentalar tanpa harus ke Barong Tongkok.

Yonavia berharap masyarakat segera melengkapi persyaratan administrasi agar usulan tersebut dapat diperjuangkan dalam perencanaan pembangunan di tingkat provinsi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....