Reses ‘Besempekat’ di Kampung Eheng, Yonavia Laporkan Bukti Kerja di DPRD Kaltim

  • 10 Apr 2026 19:05 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar – Anggota DPRD Kalimantan Timur, Yonavia, melaporkan sejumlah capaian kerja sekaligus menyerap aspirasi masyarakat dalam kegiatan reses bertajuk “Besempekat” di Kampung Pepas Eheng, Kecamatan Barong Tongkok, Kutai Barat, Rabu 8 April 2026.

Dalam pertemuan itu, Yonavia menegaskan kegiatan “Besempekat” menjadi forum tindak lanjut atas aspirasi masyarakat yang sebelumnya telah disampaikan di daerah pemilihan.

“Kami datang kembali ke dapil untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat, melihat mana yang sudah terealisasi dan mana yang belum,” ujarnya.

Ia menyebut, beberapa aspirasi telah direalisasikan, terutama pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) di sejumlah kampung di Kutai Barat. Namun, khusus di Kampung Eheng, usulan yang masuk masih terbatas karena belum dilengkapi dengan pengajuan resmi.

Yonavia mendorong masyarakat agar tidak hanya menyampaikan aspirasi secara lisan, tetapi juga menindaklanjutinya melalui proposal dan penginputan dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).

“Kalau aspirasi ingin diproses, harus dilengkapi proposal dan dimasukkan ke SIPD. Karena selama ini mereka baru membuat usulan saja,” katanya.

Anggota DPRD Provini Kaltim, Yonavia menggelar dialog dalam reses “Besempekat” dalam rangka Tindak Lanjut Hasil Serap Aspirasi Masyarakat di Daerah Pemilihan Tahun 2026, di kampung Eheng kecamatan Barong Tongkok, Kutai Barat, Rabu 8 April 2026. Foto: RRI Sendawar/Andreas.

Anggota Komisi II DPRD Kaltim ini mengungkapkan, secara umum usulan masyarakat di Kutai Barat masih didominasi kebutuhan PJU. Selain itu, sektor pendidikan juga menjadi perhatian, terutama terkait program Gratis Pol dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Dalam reses tersebut, warga Kampung Eheng juga menyampaikan kebutuhan mendesak seperti air bersih. Pasalnya saat ini, masyarakat masih mengandalkan mesin air secara mandiri di masing-masing rumah.

Menanggapi hal itu, Yonavia meminta masyarakat segera mengajukan permohonan resmi ke pemerintah provinsi agar dapat ditindaklanjuti.

“Masyarakat tentu ingin air bersih bisa langsung masuk ke rumah. Untuk itu, perlu diajukan proposal ke pemerintah provinsi, bisa melalui saya” ucapnya.

Selain air bersih, usulan pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK Perkebunan) juga kembali disampaikan warga. Yonavia mengaku telah beberapa kali memperjuangkan usulan tersebut, namun masih terkendala faktor jarak dengan sekolah yang sudah ada di Barong Tongkok dan Simpang Raya.

Meski demikian, ia membuka peluang jika terdapat pengajuan baru, termasuk rencana pembangunan SMA berbasis perkebunan serta dukungan lahan dari masyarakat.

“Kalau ada permohonan baru dan lahan sudah siap, tentu bisa kembali kita perjuangkan,” ujarnya.

Legislator Dapil Kubar-Mahulu ini menambahkan, keberadaan SMA di Kampung Eheng nantinya dapat menjangkau kampung sekitar seperti Sembuan dan Sentalar tanpa harus ke Barong Tongkok.

Melalui kegiatan reses ini, Yonavia berharap komunikasi antara masyarakat dan pemerintah semakin efektif sehingga percepatan pembangunan di Kutai Barat dapat terwujud.

Reses kali ini turut dihadiri pemateri dari kalangan profesional, Sahadi,S.Hut, mantan pejabat Pemkab Kubar serta ratusan warga Pepas Eheng.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....