DPRD Kubar Desak Investigasi Menyeluruh Atas Kecelakaan Maut PT MBL
- 31 Mar 2026 10:49 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar – DPRD Kutai Barat mendesak dilakukannya investigasi menyeluruh atas kecelakaan fatal di jalan hauling PT Manor Bulatn Lestari (MBL) yang menewaskan dua pekerja, Sabtu 28 Maret 2026. Langkah ini dinilai penting untuk mengungkap penyebab pasti insiden sekaligus memastikan aspek keselamatan kerja diperbaiki secara menyeluruh.
Ketua Panitia Khusus (Pansus) Tambang DPRD Kutai Barat, Potit, menegaskan investigasi tidak boleh dilakukan secara parsial. Ia meminta proses penyelidikan melibatkan berbagai pihak terkait, mulai dari Polres Kutai Barat, Dinas Perhubungan, pengawas tambang, hingga Polda Kalimantan Timur.
“Kami berharap ada investigasi menyeluruh. Jangan seperti kasus sebelumnya yang cepat sekali ditangani tanpa pendalaman,” ujar Potit di kantor DPRD Kubar, Senin 30 Maret 2026.
Ia menilai kecelakaan tersebut telah menjadi perhatian luas masyarakat dan harus ditangani secara serius dan transparan. Menurutnya, pengungkapan penyebab kecelakaan secara terbuka penting untuk mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.
Potit juga menyinggung temuan pansus saat melakukan peninjauan lapangan sebelumnya. Ia menyebut pihaknya telah mengidentifikasi sejumlah persoalan mendasar, khususnya terkait lemahnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan operasional PT MBL.
Salah satu temuan utama adalah minimnya pengendalian debu di jalur hauling. Ia mengungkapkan, saat pansus turun langsung ke lapangan, pihaknya hampir tidak menemukan aktivitas penyiraman jalan yang seharusnya dilakukan secara rutin.
“Debu di jalan hauling sangat tebal, apalagi saat cuaca panas. Kami bahkan tidak melihat mobil tangki penyiraman saat berada di lokasi,” katanya.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi besar mengganggu jarak pandang pengemudi dan meningkatkan risiko kecelakaan. Karena itu, Potit menilai insiden yang terjadi bukan hal yang mengejutkan, mengingat sebelumnya DPRD telah memberikan peringatan kepada pihak perusahaan.
“Kami sudah mengingatkan agar keselamatan kerja diutamakan. Tapi kalau diabaikan, tentu risikonya seperti ini,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa korban utama dalam insiden tersebut adalah para pekerja dan keluarga mereka. Oleh karena itu, DPRD meminta perusahaan bertanggung jawab dan menjadikan peristiwa ini sebagai evaluasi serius terhadap sistem operasional yang berjalan.
Selain itu, DPRD juga meminta agar selama proses investigasi berlangsung, seluruh aspek operasional yang berpotensi membahayakan harus ditinjau ulang. Hal ini penting untuk memastikan tidak ada lagi korban akibat kelalaian yang seharusnya dapat dicegah.
Potit menambahkan, investigasi yang komprehensif harus mampu mengungkap apakah terdapat pelanggaran standar operasional prosedur (SOP), termasuk kemungkinan adanya kelalaian dalam pengawasan maupun penerapan aturan keselamatan di lapangan.
“Kami ingin semua dibuka secara terang. Kalau ada pelanggaran, harus ditindak tegas sesuai aturan,” ujarnya.
Sementara itu, manajemen PT MBL memberikan klarifikasi atas insiden tersebut dan menegaskan komitmen terhadap keselamatan kerja. Kepala Teknik Tambang (KTT) PT MBL, Wesly Siregar, mengatakan kecelakaan terjadi sekitar pukul 17.20 WITA di Kilometer 35 jalur hauling, melibatkan dump truck kontraktor yang menabrak kendaraan di depannya.
Perusahaan menyatakan dua pekerja meninggal dunia akibat luka berat dan telah dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat. Manajemen juga menyampaikan duka cita serta memastikan seluruh hak korban akan dipenuhi.
Sebagai tindak lanjut, perusahaan mengamankan lokasi kejadian, menghentikan sementara aktivitas hauling, serta berkoordinasi dengan pihak berwenang. PT MBL menegaskan akan melakukan investigasi internal menyeluruh dan evaluasi total terhadap sistem K3, termasuk pengawasan operasional, kondisi jalan hauling, dan pengendalian risiko.
“Manajemen menegaskan keselamatan kerja sebagai prioritas utama dan berkomitmen memperkuat implementasi standar keselamatan agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Wesly.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....