Panitia Halal Bihalal Kutai Barat Salurkan Sisa Bantuan untuk Puluhan Warga

  • 13 Apr 2026 15:52 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar – Gema takbir lebaran memang telah berlalu, namun gema persaudaraan di Kutai Barat (Kubar) justru semakin kencang. Sebuah pemandangan menyejukkan datang dari panitia pelaksana Halal Bihalal Lebaran tingkat kabupaten yang baru saja merampungkan tugas mereka dengan cara yang menyentuh hati.

Alih-alih membiarkan sisa logistik menumpuk di gudang, panitia justru bergerak cepat menyalurkan kelebihan bantuan tersebut kepada warga yang membutuhkan.

Menariknya, semangat ini dipelopori oleh sosok-sosok yang menjunjung tinggi keberagaman, salah satunya Alsiyus, panitia sekaligus inisiator acara yang merupakan seorang penganut agama Kristen.

Melimpahnya Dukungan Warga

Alsiyus menceritakan bahwa acara Halal Bihalal yang menghadirkan pendakwah kondang tanah air, Ustaz H. Muhammad Hilmi Firdausi pada 2 April lalu, sukses besar berkat dukungan masif dari berbagai pihak. Masyarakat dan donatur menyumbangkan beragam kebutuhan pokok secara sukarela.

"Banyak sekali pihak yang menyumbang. Ada beras, gula, minyak goreng, air minum, hingga uang tunai. Semua kami kumpulkan untuk menyediakan 2.000 kotak nasi bagi warga yang hadir," ujar Alsiyus kepada RRI Sendawar, Senin 13 April 2026.

Namun, setelah acara selesai dan seluruh tamu terlayani, panitia mendapati stok bahan pangan masih tersisa cukup banyak. "Ternyata setelah dimasak, beras, minyak, dan air minumnya masih ada kelebihan," katanya.

Amanah yang Disalurkan Kembali

Panitia Halal Bihalal menyerahkan bantuan sisa sumbangan kepada masyarakat yang membutuhkan. Foto: DPDTGM Kutai Barat.

Alsiyus mengaku, dalam rapat pertanggungjawaban, panitia sepakat bahwa setiap butir beras dan tetes minyak goreng yang tersisa harus sampai ke tangan yang tepat. Mereka memutuskan untuk mendatangi langsung warga yang sedang kesulitan.

Mulai dari warga lansia, mereka yang tengah berjuang melawan sakit, hingga menyentuh kaum disabilitas di panti asuhan, anak-anak yatim, pondok pesantren hingga yayasan sosial di Kutai Barat.

"Kami sudah berjanji tidak akan mengecewakan para donatur. Kepercayaan yang diberikan kepada kami disalurkan kembali untuk membantu orang-orang yang susah," ucap Alsiyus dengan penuh komitmen.

Simbol Toleransi dari Kutai Barat

Menurutnya apa yang terjadi di Kutai Barat ini bukan sekadar urusan bagi-bagi sembako. Ini adalah potret nyata bagaimana semangat gotong royong melampaui sekat-sekat perbedaan suku dan agama. Alsiyus, meski tidak merayakan Lebaran secara keyakinan, tapi terjun langsung memastikan acara umat Muslim tersebut berjalan lancar hingga sisa logistiknya menjadi berkah bagi panti asuhan dan warga non-Muslim lainnya.

"Inilah semangat kita, kebersamaan dan kekompakan untuk bangsa Indonesia. Meski skalanya kecil di Kutai Barat, kami akan terus bergerak selama itu adalah kebaikan bersama," ujar tokoh muda Kubar ini.

Aksi sederhana ini menjadi bukti kuat bahwa di "Bumi Tanaa Purai Ngeriman", persatuan bukan sekadar slogan, melainkan tindakan nyata yang terus dipupuk setiap harinya.

Momentum Bersejarah di Alun-Alun Itho

Aksi sosial ini merupakan kelanjutan dari kemeriahan Halal Bihalal di Alun-alun Itho Sendawar pada Rabu, 2 April 2026 lalu. Acara tersebut menjadi inspirasi karena diinisiasi oleh Alsiyus, seorang tokoh muda Kristen yang juga Ketua Umum Ormas Taruna Gharda Mandiri (TGM).

Penceramah kondang, Ustadz Dr. H. Muhammad Hilmi Firdausi (Gus Hilmi), bahkan menyebut momen tersebut sebagai sejarah baru di Indonesia.

“Ini luar biasa, halal bihalal diinisiasi saudara kita Kristiani. Mungkin ini yang pertama di Indonesia. Kita berbeda dalam iman, tapi kita bersaudara dalam kebangsaan,” ujar Gus Hilmi di hadapan ribuan peserta.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Bupati Kutai Barat, Nanang Adriani, menegaskan bahwa kerukunan lintas agama seperti ini adalah aset berharga bagi daerah. Menurutnya, kebersamaan yang melibatkan 20 organisasi dari berbagai latar belakang ini mencerminkan kondisi sosial yang harmonis di Bumi Sendawar.

“Kalau kebersamaan ini terus terjaga, itu modal utama membangun Kutai Barat. Jika kita tetap guyup dan damai, pembangunan akan berjalan lebih mudah dan merata,” kata wabup Nanang.

Acara bersejarah tersebut turut dihadiri oleh tokoh-tokoh penting daerah, termasuk Bupati Kubar Frederick Edwin, Sekda Kubar Kamius Junaidi, Ketua TP PKK Maria Christina Mozes Edwin, serta jajaran Forkopimda, yang semuanya menjadi saksi betapa kuatnya ikatan persaudaraan di Kutai Barat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....