Ustaz Hilmi Firdausi Puji Toleransi di Kutai Barat
- 03 Apr 2026 04:41 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar - Ustaz Muhammad Hilmi Firdausi memuji tingkat toleransi antarumat beragama di kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur saat mengisi ceramah dalam kegiatan Halal Bihalal antar organisasi beragama di Alun-alun Itho Sendawar, Kamis 2 April 2026 malam.
Ia menilai daerah ini menjadi contoh nyata harmonisasi keberagaman di Indonesia. Sebab, inisiator acara sliaturahmi Lebaran ini justru datang dari tokoh muda agama Kristen Kutai Barat, Alsiyus.
“Ini luar biasa, halal bihalal diinisiasi saudara kita Kristiani. Ini harus dipertahankan,” ujarnya sambil memberi jempol kepada penyelenggara acara.
Menurutnya, keterlibatan berbagai elemen lintas agama dan organisasi dalam satu kegiatan menunjukkan kuatnya persatuan masyarakat. Ia menegaskan, perbedaan latar belakang tidak menjadi penghalang untuk membangun kebersamaan.
“Kita berbeda-beda, baik suku, bahasa, maupun agama, tapi tetap bisa bersatu. Ini yang harus dijaga,” katanya.
Ustaz yang akrab disapa Gus Hilmi ini juga menekankan pentingnya menjaga toleransi dengan tetap menghormati batasan keyakinan masing-masing. Ia mengingatkan bahwa toleransi bukan berarti mencampuradukkan ajaran, melainkan saling menghargai.
“Kita saling menghormati, tapi tidak mencampuradukkan keyakinan. Itu prinsip yang benar,” ucapnya.
Pendakwah yang kerap tampil di acara Damai Indonesiaku di televisi nasional ini menambahkan, kondisi harmonis seperti yang terlihat di Kutai Barat menjadi kekuatan besar dalam menjaga persatuan bangsa. Bahkan, menurutnya, tidak semua daerah mampu menghadirkan suasana seperti itu.
“Di beberapa tempat, perbedaan bisa memicu konflik. Tapi di sini justru jadi kekuatan. Di Timur Tengah sesama Muslim, ribut. Di Indonesia walaupun kita berbeda suku, agama, ras dan golongan tapi kita tetap satu,” ujarnya.
Selain itu, ia mengapresiasi kekompakan masyarakat yang tetap guyub dalam kegiatan tersebut. Ia berharap nilai-nilai persaudaraan dan kebersamaan terus dipertahankan ke depan.
“Kalau kebersamaan seperti ini dijaga, Kutai Barat akan semakin damai dan maju,” ucap pengasuh Pondok Pesantren Yatim Dhuafa Baitul Qur'an Assa'adah di Sentul tersebut.
Bupati Kubar: Keberagaman adalah Kekuatan
Sementara itu, Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, menegaskan bahwa keberagaman yang ada di daerah merupakan kekuatan besar dalam mendukung pembangunan.
“Keberagaman organisasi adalah kekayaan. Mari kita jadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk membangun,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dan meningkatkan kolaborasi demi kemajuan daerah.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan dan sinergi semua pihak sangat dibutuhkan,” katanya.
Hal senada disampaikan Wakil Bupati Kutai Barat, Nanang Adriani. Ia menilai kegiatan Halal Bihalal yang melibatkan berbagai elemen masyarakat merupakan momentum penting untuk mempererat hubungan sosial sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat.
“Kalau kebersamaan ini terus terjaga, itu modal utama membangun Kutai Barat,” ujarnya.
Menurutnya, kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan tersebut mencerminkan kondisi sosial yang harmonis dan kondusif, yang sangat dibutuhkan dalam mendukung pembangunan daerah.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan berbagai organisasi dan masyarakat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, ruang pertemuan seperti ini memberi kesempatan bagi masyarakat untuk saling menyapa, berinteraksi, dan memperkuat silaturahmi.
“Ini kesempatan yang baik bagi masyarakat untuk bertemu, saling memaafkan, dan membangun komunikasi yang lebih erat,” katanya.
Nanang berharap semangat kebersamaan yang tercipta dalam momentum Halal Bihalal dapat terus dipelihara dalam kehidupan sehari-hari.
“Kalau kita tetap guyup dan damai, pembangunan akan berjalan lebih mudah dan merata,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....