Halal Bihalal di Kubar Diinisiasi Nonmuslim, Gus Hilmi: Ini Pertama di Indonesia
- 03 Apr 2026 04:09 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar - Kegiatan Halal Bihalal antar organisasi beragama di Alun-alun Itho Sendawar, kabupaten Kutai Barat, menjadi inspirasi karena diinisiasi oleh nonmuslim dan tokoh muda Kristen, Alsiyus. Inisiatif lintas agama ini dinilai sebagai bentuk nyata toleransi dan persatuan di tengah masyarakat.
Penceramah, Ustaz H. Muhammad Hilmi Firdausi, bahkan menyebut kegiatan tersebut sebagai sesuatu yang jarang terjadi di Indonesia.
“Ini luar biasa, halal bihalal diinisiasi saudara kita Kristiani. Mungkin ini yang pertama di Indonesia,” ujarnya di hadapan ribuan peserta, Rabu 2 April 2026 malam.
Ustadz yang akran disapa Gus Hilmi itu menilai, inisiatif tersebut mencerminkan kuatnya nilai toleransi di Kutai Barat. Ia menegaskan bahwa perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk membangun persaudaraan sebagai sesama anak bangsa.
“Kita berbeda dalam iman, tapi kita bersaudara dalam kebangsaan. Ini yang harus dijaga,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga toleransi tanpa mencampuradukkan prinsip keagamaan, melainkan saling menghormati dalam batas masing-masing.
Ketua TGM, Alsiyus : Ini Wadah Menjaga Persatuan
Sementara itu, Alsiyus yang menjadi inisiator acara berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan ke depan sebagai wadah memperkuat persatuan masyarakat.
“Mudah-mudahan ini bisa menjadi agenda rutin, supaya kebersamaan seperti ini terus terjaga,” katanya.
Ketua umum Ormas Taruna Gharda Mandiri (TGM) Kubar ini mengaku, kegiatan tersebut berangkat dari keinginannya menghadirkan ruang silaturahmi yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya setelah momen Lebaran.
“Saya ingin semua orang bisa berkumpul, saling memaafkan dalam satu tempat,” katanya.
Alsiyus menilai, tidak semua masyarakat memiliki kesempatan untuk saling berkunjung saat Lebaran. Karena itu, ia menggagas kegiatan yang dapat mempertemukan berbagai elemen dalam satu lokasi.
“Dengan kita kumpulkan di satu titik, masyarakat bisa bertemu, bersilaturahmi, bahkan bertemu langsung dengan pimpinan daerah,” ucapnya.
Kegiatan tersebut melibatkan 20 organisasi dari berbagai latar belakang, baik keagamaan, kepemudaan, maupun sosial. Ribuan masyarakat tampak memadati lokasi acara yang berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan.
Wabup Nanang: Kebersamaan Jadi Modal Utama Bangun Kubar
Sementara Wakil Bupati Kutai Barat, Nanang Adriani, menilai kebersamaan masyarakat menjadi modal utama dalam pembangunan daerah.
Nanang menegaskan, kegiatan Halal Bihalal yang melibatkan berbagai elemen masyarakat merupakan momentum penting untuk mempererat hubungan sosial sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat.
“Kalau kebersamaan ini terus terjaga, itu modal utama membangun Kutai Barat,” ujarnya.
Menurutnya, kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan tersebut mencerminkan kondisi sosial yang harmonis dan kondusif, yang sangat dibutuhkan dalam mendukung pembangunan daerah.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan berbagai organisasi dan masyarakat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, ruang pertemuan seperti ini memberi kesempatan bagi masyarakat untuk saling menyapa, berinteraksi, dan memperkuat silaturahmi.
“Ini kesempatan yang baik bagi masyarakat untuk bertemu, saling memaafkan, dan membangun komunikasi yang lebih erat,” katanya.

Nanang berharap semangat kebersamaan yang tercipta dalam momentum Halal Bihalal dapat terus dipelihara dalam kehidupan sehari-hari.
“Kalau kita tetap guyup dan damai, pembangunan akan berjalan lebih mudah dan merata,” ujarnya.
Acara ini turut dihadiri bupati Frederick Edwin, Sekda Kubar, Kamius Junaidi, ketua TP PKK Maria Christina Mozes Edwin dan sejumlah pejabt Forkopimda dan ribuan undangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....