Bupati Kubar Ajak Ormas Perkuat Kolaborasi di Momentum Halal Bihalal
- 03 Apr 2026 03:23 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar - Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, mengajak seluruh organisasi masyarakat (ormas) memperkuat kolaborasi dalam momentum Halal Bihalal antar organisasi beragama yang digelar di Alun-alun Itho Sendawar, Rabu 2 April 2026 malam.
Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak dapat berjalan sendiri dalam membangun Kutai Barat tanpa dukungan seluruh elemen masyarakat.
“Keberagaman organisasi adalah kekayaan. Mari kita jadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk membangun,” ujar Edwin dalam sambutannya.
Menurutnya, kegiatan Halal Bihalal yang menghadirkan Dai kondang Ustaz Muhammad Hilmi Firdausi ini, bukan sekadar tradisi pasca-Lebaran, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk mempererat silaturahmi dan menghilangkan prasangka di tengah masyarakat.
“Ini kesempatan bagi kita semua untuk mempererat tali silaturahmi dan menghapus segala ganjalan atau persangka negatif di antara kita,” katanya.
Frederick juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan antarorganisasi dalam mendukung program pembangunan daerah. Ia berharap seluruh elemen dapat bersinergi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.
“Saya titipkan harapan agar seluruh organisasi tetap kompak dan bersinergi mendukung pembangunan daerah,” ucap Edwin, seraya menambahkan bahwa, koordinasi dan kolaborasi yang kuat menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan ke depan.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Ia menilai tingginya antusiasme masyarakat menjadi bukti kuatnya semangat kebersamaan di Kutai Barat.
“Semoga momentum ini membawa semangat baru bagi kita semua,” ucap Edwin.
Ustadz Hilmi: Toleransi di Kutai Barat Luar Biasa
Sementara itu Ustaz H. Muhammad Hilmi Firdausi memuji tingkat toleransi antarumat beragama di Kutai Barat. Ia menilai daerah ini menjadi contoh nyata harmonisasi keberagaman di Indonesia.
“Ini luar biasa, halal bihalal diinisiasi saudara kita Kristiani. Ini harus dipertahankan,” ujar Ustaz Hilmi di hadapan ribuan masyarakat yang hadir.
Menurutnya, keterlibatan berbagai elemen lintas agama dan organisasi dalam satu kegiatan menunjukkan kuatnya persatuan di tengah perbedaan. Ia menegaskan, kondisi tersebut menjadi kekuatan besar bagi pembangunan sosial di daerah.
“Kita memang berbeda dalam iman, tapi kita bersaudara dalam sebangsa dan setanah air. Ini yang harus dijaga,” katanya.
Dalam ceramahnya, Ustaz Hilmi juga menyoroti pentingnya menjaga toleransi tanpa mencampuradukkan prinsip keyakinan. Ia mengibaratkan toleransi seperti perbedaan selera antara teh dan kopi yang tetap bisa berdampingan tanpa harus disatukan.
“Kita saling menghargai, tapi tidak mencampuradukkan. Itu prinsip toleransi yang benar,” ujarnya.
Ustadz yang akrab disapa Gus Hilmi ini menambahkan, Indonesia tetap kuat karena mampu menjaga keseimbangan antara keberagaman dan persatuan. Hal itu, menurutnya, menjadi pembeda dengan sejumlah negara lain yang mengalami konflik meski memiliki kesamaan latar belakang agama.
“Bhinneka Tunggal Ika itu nyata kita jalankan di sini. Ini yang membuat Indonesia tetap utuh,” ujarnya.
Selain itu, Pendiri Sekolah Islam Terpadu Daarul Fikri itu juga mengapresiasi kekompakan masyarakat Kutai Barat yang mampu menghadirkan suasana guyub dalam kegiatan tersebut. Ia berharap nilai-nilai kebersamaan dan persaudaraan terus dipertahankan.
“Ini kebersamaan yang luar biasa. Kalau seperti ini terus dijaga, Kutai Barat akan semakin maju dan harmonis,” ucapnya.
Dalam acara ini sebanyak 20 organisasi ikut terlibat, bahkan diinisiasi oleh Ketua Ormas Taruna Gharda Mandiri (TGM), Alsyus, yang beragama Kristen.
Keterlibatan lintas organisasi ini menjadi bukti kuatnya persatuan dan kebersamaan masyarakat di Kutai Barat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....