Tuntut Perbaikan Jalan, Warga Sekolaq Darat Blokir Tangki CPO
- 22 Jan 2025 00:13 WIB
- Sendawar
KBRN, Sendawar: Warga Kampung Sekolaq Darat, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), masih melarang mobil tangki pengangkut minyak sawit mentah (CPO) melintasi jalan umum Sekolaq Darat–Melak. Akibat aksi blokade ini, ratusan tangki CPO terpaksa parkir berjejer di RT 08 Kampung Sekolaq Darat.
Larangan ini mulai diberlakukan warga sejak Senin (20/1/2025) sebagai protes atas kerusakan jalan yang telah berlangsung bertahun-tahun. Ratusan warga bahkan menanam pohon kelapa sawit di jalan berlubang dan tergenang air sebagai simbol kekecewaan mereka terhadap perusahaan kelapa sawit yang dianggap tidak peduli.
BACA JUGA:
Protes Jalan Rusak, Warga Kubar Tanami Sawit di Kubangan
Kepala Adat Kecamatan Sekolaq Darat, Yurang, menegaskan bahwa warga tidak akan mengizinkan truk pengangkut sawit melintas hingga jalan diperbaiki sepenuhnya. Dia menegaskan, meski beberapa alat berat seperti excavator mini sudah diturunkan oleh perusahaan, warga menilai langkah tersebut belum cukup.
“Kami mengapresiasi perusahaan yang sudah mulai menurunkan alat berat, tetapi kami masih menunggu grader dan alat pemadat (compactor) untuk memastikan jalan benar-benar diperbaiki. Jalan ini harus dikembalikan ke kondisi semula, dan kami minta lubang-lubang itu ditutup semua dan dipadatkan supaya tidak cepat rusak. Setelah jalan ini benar-benar diperbaiki baru boleh dilewati,” ujar Yurang, Selasa (21/1/2025) malam.
Yurang juga mengungkapkan, selain di Sekolaq Darat, pihaknya bersama perusahaan dan pemerintah akan menginventarisasi titik-titik kerusakan untuk segera diperbaiki.
“Jadi harapan kami baik kepada perusahaan, pemerintah maupun pihak lain unutk segera memperbaiki jalan yang rusak ini,” jelas Yurang.
BACA JUGA:
Aksi Penyetopan Truk CPO Sawit Di Kubar
Ketua DPRD Kubar, Ridwai, yang juga warga Sekolaq Darat, mendukung aksi protes ini. Ia menyoroti bahwa kerusakan jalan disebabkan oleh kendaraan berat milik perusahaan kelapa sawit yang kapasitas muatannya jauh melampaui kemampuan jalan kelas III, yang maksimal hanya untuk kendaraan berbobot 8 ton.
“Kerusakan jalan ini sudah bertahun-tahun terjadi, tetapi perusahaan seolah tidak peduli. Armada mereka membawa muatan sampai 25 ton, sementara jalan ini hanya mampu menahan 8 ton. Saya piki warga berhak memblokir jalan sampai ada tindakan nyata dari perusahaan,” tegas Ridwai.
Ridwai juga menyoroti perlunya pembatasan kapasitas kendaraan setelah perbaikan selesai agar jalan tidak kembali rusak.
BACA JUGA:
Bupati Kubar Soroti Jalan Rusak ke Pj Gubernur Kaltim
Sementara Humas PT Kruing Lestari Jaya, M. Yusuf, mengaku perusahaan sudah mulai melakukan perbaikan dengan menurunkan excavator mini dan menyiapkan material berupa 50 kubik batu split untuk menutup lubang di jalan.
“Kami sudah berdiskusi dengan tokoh masyarakat terkait perbaikan ini. Besok akan ada pertemuan bersama empat perusahaan sawit di kantor Kecamatan Sekolaq Darat untuk mencari solusi bersama. Kami juga berharap alat pemadat (compactor) dapat segera tiba agar pengerjaan jalan lebih maksimal,” kata Yusuf.
Pemerintah Kecamatan Sekolaq Darat juga berencana memanggil semua perusahaan yang menggunakan jalan umum ini untuk turut berkontribusi memperbaiki jalan-jalan rusak lainnya di wilayah sekitar, seperti di Kampung Sekolaq Mulia, Sri Muliyo, Sekolaq Joleq, dan Sumber Bangun.
Warga berharap langkah ini dapat membawa perubahan nyata agar jalan umum lebih layak untuk dilalui semua pihak, tanpa mengorbankan kenyamanan masyarakat setempat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....