Protes Jalan Rusak, Warga Kubar Tanami Sawit di Kubangan
- 20 Jan 2025 16:19 WIB
- Sendawar
KBRN, Sendawar: Warga RT 08 Kampung Sekolaq Darat kecamatan Sekolaq Darat, Kabupaten Kutai Barat (Kubar) melakukan aksi protes atas kerusakan jalan dengan menanam pohon sawit di tengah jalan. Aksi itu dilakukan Senin (20/1/2025) di Jalan Sekolaq Darat menuju Kecamatan Melak.
Ada dua titik jalan yang ditanami pohon sawit dan hanya kendaraan umum saja yang diizinkan lewat. Sedangkan truk-truk CPO dilarang melintas.
Joiyadi Bali dan Junaidi, warga Sekolaq Darat mengaku aksi itu terpaksa dilakukan karena warga sudah resah dengan kerusakan jalan yang terjadi bertahun-tahun namun tidak ada perbaikan. Baik dari pemerintah maupun perusahaan kelapa sawit yang memobilisasi minyak CPO menggunakan jalan umum.
“Kami ini tidak minta itu dan ini, kami cuma minta jalan diperbaiki dari perusahaan sawit yang ada,” kata Joiyadi.
Selain itu menurutnya, supir-supir CPO kerap ugal-ugelan di jalan umum yang mengganggu kenyamanan pengguna jalan lain.
“Mereka itu kalau sudah ngebut nggak tahu kita yang makai motor, baik dekat air itu langsung mereka masuk kita basah semua. Dan juga dari perusahaan ini tidak ada tanggung jawab masalah jalan. Rencana masyarakat kami, kalau tidak ada tindak lanjut dari perusahan kami akan tutup total,” ucap Jaoyadi.
BACA JUGA:
Bupati Kubar Soroti Jalan Rusak ke Pj Gubernur Kaltim
Junaidi warga lainnya menamabhkan, selama ini warga sanat terganggu dengan armada kelapa sawit yang melintasi jalan umum dan dotengarai jadi penyebab jalan cepat rusak. Namun alih-alih ikut memperbaiki, para pengusaha kelapa sawit tak menggubris keluhan warga.
“Kami menutup ini bukan mau mereman atau minta apa-apa, tetapi kami hanya minta jalan yang baik itu saja,” ujarnya.
Menurut Jayadi, akibat jalan rusak tersebut, banyak warga yang mengalami kecelakaan. Tidak hanya di daerah Sekolaq Darat, namun sampai di daerah Sekolaq Muliaq dan Mentiwan di kecamatan Melak.
“Sering sekali kecelakaan, seperti tahun kemarin mobil tandan sawit itu terbalik mereka tidak singkirkan sawitnya, tapi numpuk di jalan. Orang tidak tahu itu ada yang nabrak,” lanjut dia.
Warga berharap kerusakan jalan itu segera diperbaiki. Khususnya angkutan tandan buah sawit dan mobil CPO warga meminta agar ikut bertanggung jawab. Jika tidak ada itikad baik maka warga mengancam akan memblokir armada angkutan kelapa sawit.
“Kami tunggu itikad baik mereka, kalau tidak ada yang membantu maka kami akan tutup total untuk semua mobil sawit,” tegas warga.
BACA JUGA:
Perjuangan Empat Desa Tertinggal di Kubar Menuntut Keadilan
Sementara Bupati Kubar, FX.Yapan dalam beberap kesempatan mengaku jalan dari Simpang Raya kecamatan Barong Tongkok menuju Sekolaq Darat dan Melak adalah jalan provinsi yang kewenangan untuk perbaikan adalah provinsi dan pusat. Sedangkan pemerintah kabupaten tidak berani melakukan perbaikan karena takut jadi temuan.
“Kita tidak bisa berbuat apa-apa, kalau kita membangun ini tanpa permisi mereka itu temuan, salah kita, yang kita sakitnya di sini. Padahal kita butuh. Kita mau nambal ini aja nggak bisa, terkecuali siizin mereka provinsi dan pusat. Walaupun ini putus kita gak bisa,” ungkap Yapan saat meninjau kerusakan jalan dalam kota Maret 2024 lalu.
Yapan mengatakan, seharusnya jalan dalam kota diberikan kewenangan kepada pemerintah kabupaten agar bisa diperbaiki.
“Kalau masih di pusat dan provinsi, kita tidak bisa buat apa-apa. Seharusnya jalan dalam kota ini mereka kasi ke kita,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....