Aksi Penyetopan Truk CPO Sawit Di Kubar
- 20 Jan 2025 13:57 WIB
- Sendawar
KBRN, Sendawar : Ketua DPRD Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Ridwai, bersama puluhan warga, melakukan aksi penanaman pohon dan penyetopan tangki CPO Sawit, di tengah badan jalan poros, Kampung Sekolaq Darat, Kecamatan Sekolaq Darat, Senin (20/1/2025).
Aksi itu dilakukan karena sejumlah perusahaan perkebunan kelapa sawit yang mengangkut CPO melintasi jalan tersebut, tidak menggubris surat permohonan perbaikan jalan di Sekolaq Darat, yang sebelumnya pernah disampaikan melalui pihak Kecamatan.
"Surat yang kami layangkan dari ibu Camat itu, di tanggal 8 Januari, sampai hari ini tidak ada jawaban dari pihak perusahaan. Sementara kondisi jalan yang tiada hari tanpa hujan seperti sekarang ini, semakin parah kerusakannya. Nah, jadi saya mengambil inisiatif, karena perusahaan tidak menggubris rencana permohonan kita untuk perbaikan tadi, ya kita buat aksi. Aksi ini bukan aksi yang anarkis, tapi aksi damai," kata Ridwai, kepada wartawan.

Menurutnya, aksi tanam pohon dan penyetopan truck CPO sawit ini, akan dilakukan sampai manajemen perusahaan mememui warga untuk mencari solusi bersama.
Intinya, lanjut Ridwai, warga menginginkan ada perbaikan. Sebab kerusakan jalan yang parah, diduga karena muatan angkutan CPO sawit yang melintas di Sekolaq Darat, melampaui kemampuan badan jalan.

"Kalau kami orang awam ini melihat, bahwa angkutan CPO ini rata-rata melampaui dari kemampuan badan jalan kita. Saya dapat masukan dari teman yang juga memiliki angkutan CPO, dia mengatakan bahwa CPO yang roda 10 itu, sudah melampaui dari 25 ton, muatannya. Nah kita bandingkan dengan kondisi jalan kita ini, ini kelas 3 yang angkutannya itu hanya 8 ton. Jadi antara 8 ton sama 25 ton itu, sudah berapa overload nya. Itu yang buat jalan kita ini, semakin hari semakin parah," ungkap Ridwai.
Ridwai, menyebut ada tiga perusahaan perkebunan kelapa sawit yang melintasi jalan sekolaq darat dan sudah disurati untuk melakukan perbaikan. Namun sampai saat ini, belum ada itikad baik dari mereka, yakni PT Fangiono Group, PT KAL dan PT Kruing Lestari Jaya (KLJ).
"Kami ingin pihak perusahaan ini menunjukkan keseriusan mereka untuk memperbaiki jalan yang rusak akibat aktivitas yang mereka lakukan setiap hari. Kalau masyarakat ini minta supaya lubang-lubang yang dalam itu ditutup dengan agregat, kemudian dipadatkan. Nah, itukan sudah bisa mengatasi persoalan ini, itu aja intinya," ujar Ridwai.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....