DPRD Kubar Soroti Dugaan Oknum Bermain dalam Pendistribusian BBM Subsidi
- 16 Mei 2026 12:05 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar - Dugaan adanya oknum yang bermain dalam pendistribusian BBM subsidi jenis Bio Solar di Kabupaten Kutai Barat (Kubar), menjadi soritan wakil rakyat di wilayah tersebut.
Anggota DPRD Kubar, Sadli, menilai persoalan kelangkaan dan tingginya harga bio solar sekarang, tidak akan selesai apabila masih ada pihak tertentu yang terlibat dalam praktik penyimpangan distribusi.
Sadli mengatakan, keberadaan oknum yang mengambil keuntungan dari distribusi BBM subsidi tersebut menjadi penyebab utama masalah terus berulang di lapangan.
“Ada dugaan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, berbisnis atau mengambil keuntungan dalam pendistribusian BBM subsidi ini,” kata Sadli, Sabtu 16 Mei 2026.
Ia menilai, kondisi tersebut sangat memprihatinkan karena pihak yang seharusnya membantu menyelesaikan persoalan justru diduga ikut terlibat di dalam praktik distribusi yang tidak tepat sasaran.
“Bagaimana masalah ini mau selesai kalau ada oknum yang seharusnya menyelesaikan masalah ini, ada terlibat di dalamnya,” ujar Politisi Gerindra itu.
Menurut Sadli, persoalan ini sebenarnya tidak sulit untuk diselesaikan apabila tidak ada pihak-pihak tertentu yang bermain di balik distribusi. Namun kenyataannya, keberadaan oknum membuat penanganan persoalan kelangkaan dan melambungnya harga bio solar di Kubar menjadi rumit.
“Kalau kita bilang gampang, ada oknumnya. Kalau kita bilang susah, ya mungkin mencari oknumnya ini. Gimana mau selesai,” ucap Sadli.
Ia juga meminta pengawasan distribusi BBM subsidi diperketat agar penyaluran benar-benar tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan untuk kepentingan bisnis pribadi oleh oknum tertentu.
Selain itu, Sadli berharap aparat penegak hukum dan instansi terkait dapat melakukan langkah serius untuk mengusut dugaan permainan distribusi BBM subsidi, terutama jenis bio solar yang akhir-akhir ini menjadi persoalan di lapangan.
Menurutnya, selama praktik seperti ini masih terjadi, maka masyarakat kecil akan terus menjadi pihak yang paling dirugikan akibat kelangkaan dan tingginya harga BBM subsidi di Kubar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....