APMS Menilai Ada Permainan dalam Distribusi Bio Solar Subsidi di Kutai Barat

  • 16 Mei 2026 06:30 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar - Darsono Edward menilai kelangkaan dan tingginya harga BBM subsidi jenis Bio Solar di Kutai Barat (Kubar), seharusnya dapat diatasi apabila distribusi kuota berjalan sesuai aturan dan mendapat pengawasan ketat dari Aparat Penegak Hukum (APH).

Ketua Aliansi Peduli Masyarakat Sendawar (APMS) Kubar itu mengatakan, persoalan distribusi solar subsidi sebenarnya bukan hal sulit untuk ditelusuri. Bahkan menurutnya, jika ada pihak yang menyatakan tidak mengetahui ke mana aliran BBM subsidi tersebut, hal itu patut dipertanyakan.

“Kalau saja saya ini bisa menegakkan aturan, saya bisa lakukan itu. Jadi kalau ada pihak yang bilang tidak tahu kemana larinya, itu bohong. Ada oknum-oknum yang bermain. Cuma kita tidak punya kewenangan untuk itu,” kata Darsono, Jumat 15 Mei 2026.

Ia berharap kuota BBM subsidi untuk Kubar dapat kembali dinormalisasi sesuai alokasi yang telah ditetapkan. Menurutnya, apabila kuota yang ditetapkan sejumlah tertentu, maka volume yang masuk ke daerah juga harus sesuai, begitu pula dalam penyalurannya ke masyarakat.

“Kalau kuotanya sekian kiloliter untuk Kutai Barat, ya harus segitu yang masuk. Didistribusikannya juga harus segitu. Kalau sesuai, tentu tidak akan terjadi kelangkaan maupun harga yang melonjak,” ujarnya.

Darsono menambahkan, pengawasan distribusi tidak dapat dibebankan kepada masyarakat atau agen semata. Menurutnya, diperlukan dukungan serius dari aparat penegak hukum agar distribusi berjalan tepat sasaran.

“Nah ini kembali lagi ke aparat penegak hukum. Kita punya niat bersama tidak untuk menegakkan aturan ini. Kalau ada niat bersama, saya yakin semua akan kembali normal, baik dari sisi distribusi maupun harga,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....