Fenomena Pelajar Merokok, Mabuk hingga 'Ngelem' Jadi Sorotan Forum Anak Kutai Barat
- 28 Jul 2026 04:23 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar – Fenomena pelajar yang merokok, mengonsumsi minuman beralkohol (mabuk), hingga menyalahgunakan lem (ngelem) menjadi perhatian Forum Anak Kabupaten Kutai Barat. Melalui Suara Anak Kabupaten Kutai Barat Tahun 2026, mereka meminta pemerintah memperkuat upaya pencegahan dan pengawasan terhadap berbagai perilaku berisiko yang mengancam kesehatan serta masa depan generasi muda.
Ketua Forum Anak Kutai Barat Kiara Radisti menilai persoalan kesehatan remaja tidak hanya berkaitan dengan stunting dan gizi, tetapi juga meningkatnya perilaku berisiko, seperti penggunaan rokok, vape, dan minuman beralkohol. Di lingkungan pergaulan remaja, mereka juga menyoroti masih adanya pelajar yang terlibat penyalahgunaan lem (ngelem), yang berpotensi merusak kesehatan fisik maupun mental.
"Saat ini masih terdapat berbagai permasalahan kesehatan yang menjadi perhatian, seperti kehamilan dini pada usia remaja, stunting dan permasalahan gizi, serta meningkatnya penggunaan rokok, vape, dan minuman beralkohol di kalangan remaja," kata Kiara saat membacakan Suara Anak Kabupaten Kutai Barat, pada Festival HAN 2026 di Taman Budaya Sendawar, Sabtu 25 Juli 2026.
Forum Anak meminta pemerintah meningkatkan edukasi kesehatan reproduksi yang sesuai dengan usia sebagai upaya mencegah kehamilan dini serta memperkuat pemahaman remaja tentang kesehatan.
"Memohon kepada pemerintah untuk meningkatkan edukasi kesehatan reproduksi remaja yang aman dan sesuai dengan usia," ujarnya.
Selain itu, Forum Anak mendorong pemerintah mengoptimalkan program pencegahan stunting dan pemerataan akses gizi bagi anak di seluruh wilayah Kutai Barat.
"Memohon kepada pemerintah program pencegahan stunting serta pemerataan akses gizi bagi anak," ucapnya.
Forum Anak juga meminta pemerintah memperketat penertiban penggunaan rokok dan vape di kalangan anak serta memperkuat penerapan kawasan tanpa rokok agar lingkungan sekolah dan ruang publik menjadi lebih sehat.
"Memohon kepada pemerintah untuk mengoptimalkan penertiban penggunaan rokok dan vape bagi anak serta penguatan kawasan tanpa rokok," kata Kiara.
Selain persoalan kesehatan fisik, Forum Anak menyoroti pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental remaja. Mereka menilai tekanan sosial di era digital, termasuk fenomena fear of missing out (FOMO), dapat memengaruhi kondisi psikologis anak apabila tidak diimbangi dengan edukasi dan pendampingan yang memadai.
Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Kutai Barat Frederick Edwin menegaskan pemerintah daerah akan terus memperkuat upaya perlindungan anak melalui kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Menurutnya, perilaku seperti merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, maupun penyalahgunaan zat adiktif harus dicegah sejak dini melalui edukasi, pengawasan, dan pembinaan yang berkelanjutan.
"Kesehatan anak adalah investasi masa depan daerah. Karena itu, kita harus bersama-sama menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan mendukung tumbuh kembang anak," ucap Frederick Edwin.
Suara Anak Kabupaten Kutai Barat Tahun 2026 merupakan rangkuman aspirasi anak-anak dari lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat yang disampaikan sebagai bentuk partisipasi mereka dalam proses perencanaan pembangunan daerah menuju Kabupaten Layak Anak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....