Thomas: Pembangunan Tiga Religius Center Bukti Tingginya Toleransi di Kubar

  • 24 Jul 2026 06:51 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar – Kabupaten Kutai Barat menjadi salah satu daerah di Indonesia yang memiliki tiga pusat kegiatan keagamaan dalam satu kawasan, yakni Islamic Center, Catholic Center, dan Christian Center. Ketiganya mulai dibangun pada masa kepemimpinan Bupati Ismail Thomas dan Wakil Bupati Didiek Effendi sebagai simbol kerukunan antarumat beragama di daerah tersebut.

Mantan Bupati Kutai Barat periode 2006–2016, Ismail Thomas, mengatakan pembangunan tiga religious center merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam menjaga toleransi di tengah keberagaman suku, adat, dan agama.

"Saya yang membangun Islamic Center, Catholic Center, dan Christian Center untuk menunjukkan bahwa toleransi masyarakat Kutai Barat sangat tinggi. Silakan dicari, saya rasa belum ada daerah lain yang memiliki tiga religious center sekaligus seperti ini," ujar Thomas saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Presidium Dewan Adat (PDA) Kabupaten Kutai Barat di Kompleks Lamin Taman Budaya Sendawar, Barong Tongkok, Selasa 21 Juli 2026.

Menurut mantan anggota DPR RI itu, keberadaan tiga pusat kegiatan keagamaan dalam satu kawasan menjadi identitas sekaligus kebanggaan Kutai Barat sebagai daerah yang mampu merawat kerukunan dalam keberagaman.

Ia juga berharap pembangunan Christian Center yang saat ini masih dalam tahap penyelesaian dapat segera dituntaskan sehingga melengkapi kawasan religious center sebagai ikon toleransi di Kutai Barat.

"Toleransi tidak boleh berhenti sebagai simbol. Nilai itu harus terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari agar masyarakat tetap hidup rukun dalam keberagaman," ucapnya.

Thomas menilai semangat toleransi sejalan dengan visi Kutai Barat yang sejak awal dirancang sebagai rumah bersama bagi seluruh etnis. Menurutnya, persatuan hanya dapat terjaga apabila masyarakat terus menghormati perbedaan agama, adat, dan budaya.

Senada dengan itu, Bupati Kutai Barat Frederick Edwin menegaskan pemerintah daerah akan terus mendukung pengembangan ruang-ruang kebudayaan dan keagamaan sebagai perekat persatuan masyarakat.

Menurut Edwin, toleransi yang selama ini terjaga menjadi modal penting dalam mewujudkan Kutai Barat yang aman, adil, sejahtera, dan beradat. Ia berharap nilai tersebut terus diwariskan kepada generasi muda agar tetap menjadi identitas daerah di tengah perkembangan zaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....