Istri Bupati Kubar Akan Dikukuhkan sebagai Ketua Sanggar Seni Kabupaten

  • 29 Jun 2026 21:32 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar – Presidium Dewan Adat (PDA) Kabupaten Kutai Barat akan mengukuhkan istri Bupati Frederick Edwin, Maria Christina Mozes sebagai Ketua Sanggar Seni Kabupaten Kutai Barat. Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan seni budaya sekaligus menghidupkan kembali sanggar-sanggar seni di seluruh wilayah Kutai Barat.

Ketua Presidium Dewan Adat Kutai Barat, Yurang, mengatakan pengukuhan akan dilaksanakan bersamaan dengan pengukuhan sanggar-sanggar seni dari berbagai kampung dan etnis yang ada di Kabupaten Kutai Barat.

"Nanti kita akan mengukuhkan Ibu Bupati sebagai Ketua Sanggar Seni Kabupaten Kutai Barat. Setelah itu akan dilanjutkan dengan pengukuhan seluruh sanggar seni yang ada di kampung-kampung," kata YuranG, Senin 29 Juni 2026.

Menurutnya, pembentukan kepengurusan tersebut merupakan langkah untuk memperkuat pelestarian budaya daerah dengan melibatkan seluruh kelompok masyarakat. Sanggar seni yang akan dikukuhkan tidak hanya berasal dari suku Dayak, tetapi juga mewakili berbagai etnis yang hidup dan berkembang di Kutai Barat.

"Kita memberikan ruang kepada semua suku. Ada sanggar seni Dayak, Melayu, Batak, Sunda, Jawa, Bugis, Toraja dan etnis lainnya. Semua menjadi bagian dari kekayaan budaya Kutai Barat," ujarnya.

Yurang menegaskan, Presidium Dewan Adat berkomitmen menjadi wadah yang merangkul seluruh keberagaman budaya. Karena itu, setiap komunitas seni akan diberikan kesempatan yang sama untuk menampilkan dan mengembangkan kesenian tradisionalnya.

Yurang berharap keberadaan Sanggar Seni Kabupaten Kutai Barat mampu menjadi motor penggerak pelestarian budaya, pembinaan generasi muda, serta memperkuat identitas daerah di tengah perkembangan zaman.

Pengukuhan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian program budaya yang tengah disiapkan Presidium Dewan Adat. Selain mengaktifkan kembali sanggar-sanggar seni, PDA juga akan menggelar Pasar Tradisional Jadul dan Pentas Budaya Multietnis di kawasan Taman Budaya Sendawar sebagai ruang promosi budaya, kuliner, dan ekonomi kreatif masyarakat dari berbagai etnis di Kutai Barat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....