Pasar Tradisional dan Pentas Budaya Multietnis Bakal Hadir di TBS Kubar Mulai Juli

  • 29 Jun 2026 09:54 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar – Presidium Dewan Adat (PDA) Kabupaten Kutai Barat akan menghadirkan Pasar Tradisional Jadul dan Pentas Seni Budaya Multietnis di kawasan Taman Budaya Sendawar (TBS) mulai Juli 2026. Program ini menjadi upaya menghidupkan kembali budaya lokal sekaligus memberi ruang bagi seluruh etnis di Kutai Barat untuk memperkenalkan kuliner dan kesenian khas daerahnya.

Ketua Presidium Dewan Adat Kutai Barat, Yurang, mengatakan kegiatan tersebut akan digelar setiap akhir pekan, yakni Jumat, Sabtu, dan Minggu. Yurang mengaku seluruh paguyuban suku akan dilibatkan untuk menampilkan kekayaan budaya yang dimiliki masing-masing.

"Kita akan melibatkan semua komponen suku yang ada di Kabupaten Kutai Barat. Mereka bisa menjual makanan tradisional sesuai ciri khas daerahnya, kemudian menampilkan seni dan budaya masing-masing," kata Yurang, Minggu 28 Juni 2026.

Ia menegaskan kegiatan itu tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat Dayak, tetapi menjadi wadah kebersamaan seluruh suku yang hidup di Kutai Barat. Menurutnya, keberagaman budaya merupakan kekuatan yang harus terus dijaga dan diperkenalkan kepada masyarakat.

"Bicara Presidium Dewan Adat, kami tidak hanya menaungi suku Dayak. Ada enam etnis utama, termasuk Melayu yang di dalamnya juga terdapat berbagai suku seperti Bugis, Jawa, Batak, Toraja, dan lainnya. Semua akan kami hormati dan berikan ruang yang sama," ujarnya.

Ketua PDA Kabupaten Kutai Barat, Yurang. Foto: RRI Sendawar/Andreas.

Yurang menjelaskan, setiap paguyuban nantinya akan bergiliran mengisi kegiatan sesuai jadwal yang disusun oleh Presidium Dewan Adat. Selain menyajikan kuliner tradisional, masyarakat juga akan disuguhkan berbagai pertunjukan seni, seperti tari, musik, dan kesenian tradisional dari masing-masing suku.

Program tersebut akan diawali dengan masa uji coba bulan Juli hingga Desember 2026. Jadwal pelaksanaan akan disesuaikan dengan agenda Pemerintah Kabupaten Kutai Barat agar tidak berbenturan dengan kegiatan lain yang berlangsung di kawasan TBS.

Selain pasar budaya, Presidium Dewan Adat juga akan mengukuhkan Ketua Sanggar Seni Kabupaten Kutai Barat serta melakukan pengukuhan sanggar-sanggar seni dari berbagai kampung. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat pembinaan seni budaya sekaligus mendorong generasi muda untuk terus melestarikan warisan budaya daerah.

Yurang berharap kawasan TBS semakin berkembang menjadi pusat aktivitas budaya, wisata, dan ekonomi kreatif yang mempertemukan seluruh etnis dalam semangat persatuan serta memperkuat identitas budaya Kutai Barat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....