Ketua TGM Kubar Alsiyus Inisiasi Kurban Bersama Lintas Organisasi

  • 27 Mei 2026 22:20 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar – Momen Hari Raya Iduladha 1447 H di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) menghadirkan potret toleransi yang luar biasa indah.

Sebuah gerakan kurban bersama yang digerakkan oleh gabungan organisasi yang diinisiasi ketua Taruna Gharda Mandiri sekaligus ketua KONI Kubar, Alsiyus menjadi bukti nyata bahwa perbedaan keyakinan bukan penghalang untuk berbagi kebahagiaan dan merajut silaturahmi.

Menariknya, aksi kemanusiaan dan kebersamaan ini diinisiasi langsung oleh Alsiyus, tokoh masyarakat Kutai Barat yang merupakan seorang non-Muslim.

Saat ditemui di Sekretariat Bersama, Alsiyus dengan penuh kehangatan menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh umat Islam yang merayakan hari besar tersebut. Ia menjelaskan bahwa perayaan kurban kali ini merupakan kelanjutan dari komitmen kebersamaan yang telah dibangun sejak momen Idulfitri lalu.

"Pertama-tama saya mengucapkan Selamat Hari Raya Iduladha kepada teman-teman dan saudara yang beragama Islam. Hari ini kita ikut merayakan dengan menyembelih dua ekor sapi. Satu ekor merupakan komitmen dari sisa dana panitia halal-bihalal lebaran kemarin yang sengaja kita sisihkan, dan satu ekor lagi merupakan sumbangan dari sahabat kita, Pak Pendi beserta istri, untuk KONI dan TGM," ujar Alsiyus di secretariat TGM Kubar, Rabu 27 Mei 2026.

Bagi Alsiyus, Sekretariat Bersama merupakan rumah bagi semua rekan dan partner organisasi untuk berkumpul dalam sukacita.

"Saya berterima kasih kepada seluruh panitia dan juga Pak Pendi. Melalui kurban bersama ini, semua organisasi yang bergabung di sini bisa berkumpul, bersilaturahmi, dan makan bersama dalam suasana penuh kekeluargaan," katanya.

Berkah Kurban yang Menyentuh Semua Kalangan

Nilai inklusif dari kegiatan ini dirasakan langsung oleh seluruh panitia lintas agama. Anggota Panitia Halal-Bihalal Gabungan Organisasi 2026, Haji Edi Sudirjo, mengungkapkan rasa syukurnya atas keputusan bersama mengonversi sisa dana kegiatan sebelumnya menjadi hewan kurban.

Menurut Haji Edi, langkah ini diambil agar dana yang ada mendatangkan keberkahan yang lebih luas, di mana seluruh anggota yang telah berpartisipasi, tanpa memandang latar belakang agama dapat merasakan berkah Iduladha.

"Saya sudah berkonsultasi dengan ustaz dan ahlinya, bahwa daging kurban ini sifatnya syiar dan sosial. Jadi, sangat boleh dibagikan kepada teman-teman yang non-Muslim. Karena itu, nama-nama panitia yang non-Muslim pun tetap kami masukkan sebagai penerima kurban," ucap Haji Edi.

Ia berharap tradisi baik yang sarat akan nilai gotong royong ini tidak berhenti sampai di sini, melainkan terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang demi memperkokoh rasa persatuan di Kutai Barat.

"Ini tidak sekadar silaturahmi formalitas, tapi ada kelanjutannya yang nyata. Mudah-mudahan ke depan acara seperti ini terus kita dukung agar kebersamaan kita semakin solid. Terima kasih atas kerja keras seluruh teman-teman dari awal hingga hari ini," katanya penuh harap.

Aksi kurban bersama lintas organisasi ini menjadi sebuah pesan kuat bahwa di dalam ruang-ruang sosial dan kemanusiaan, keberagaman justru menjadi perekat yang memperindah kebersamaan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....