Kades Pedalaman Kubar ini Komitmen Wujudkan KDMP walau Belum ada Listrik-Air

  • 11 Apr 2026 21:19 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar – Kepala Kampung Lendian Liang Nayuk, Kecamatan Siluq Ngurai, Edi Suryadinata, menegaskan komitmennya untuk tetap mewujudkan program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) meski kampungnya masih terkendala keterbatasan infrastruktur dasar.

Ia mengakui, hingga saat ini Kampung Lendian belum memiliki akses listrik (PLN) dan air bersih (PDAM), yang menjadi salah satu syarat utama pembangunan koperasi.

“Di kampung kami memang belum ada PLN dan PDAM. Tapi kami tetap ingin program ini bisa berjalan karena lahannya sudah siap,” ujarnya usai rakor Petinggi se-Kubar di Sendawar, Sabtu 11 April 2026.

Meski demikian, Edi menegaskan pihaknya tetap berupaya agar KDMP dapat direalisasikan. Ia bahkan mendorong agar pembangunan tetap dilakukan, sambil mencari solusi atas keterbatasan yang ada.

“Kami sudah bentuk koperasinya, sudah kami dorong masyarakat. Jadi harus bisa dibangun, walaupun kondisi kami masih terbatas,” ucapnya.

Selain persoalan infrastruktur, jumlah penduduk yang kurang dari 500 jiwa juga menjadi tantangan. Kondisi ini mengharuskan kerja sama antar desa, yang dinilai berpotensi menimbulkan persoalan baru, terutama dalam penentuan lokasi pembangunan. Dia mengaku terus berkoordinasi dengan pengurus koperasi yang telah dibentuk.

“Kalau harus gabung desa lain, pasti muncul masalah soal lokasi. Karena semua pasti mau koperasi di kampungnya masing-masing. Nah ini juga yang kami masih bicarakan,” katanya.

Komitmen membangun koperasi ini juga harus dilakukan karena anggaran dana desa mulai dipotong. “Kami harus mempertanggungjawabkan sesuatu yang memang belum jelas hasilnya. Tapi ini wajib kita laksanakan karena dana kita juga sudah dipotong,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Kodim 0912/Kutai Barat yang membangun KDMP menyatakan bahwa persyaratan seperti ketersediaan listrik, air bersih, dan jumlah penduduk merupakan bagian dari upaya memastikan koperasi dapat berjalan berkelanjutan.

Dandim 0912/Kubar, Letkol Inf Doni Fransisco, menegaskan setiap wilayah memiliki kondisi berbeda, sehingga diperlukan pendekatan yang menyesuaikan situasi di lapangan.

“Kita ingin koperasi ini benar-benar berjalan, bukan hanya dibangun. Karena itu, aspek pendukung tetap menjadi pertimbangan,” katanya.

Sementara itu, Inspektorat Kabupaten Kutai Barat mengingatkan pemerintah kampung untuk tetap berperan aktif sebagai fasilitator dan pengawas dalam pelaksanaan KDMP.

Auditor Inspektorat Kubar, Rendi, menegaskan kepala kampung memiliki peran penting dalam memastikan legalitas, transparansi, serta pengelolaan program berjalan sesuai aturan.

Dengan komitmen pemerintah kampung dan dukungan lintas sektor, diharapkan program KDMP tetap dapat direalisasikan dan memberi manfaat bagi masyarakat, termasuk di wilayah pedalaman yang masih memiliki keterbatasan infrastruktur.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....